Koran Washington Post Palsu Beritakan Trump Mengundurkan Diri Beredar

Anton Suhartono ยท Kamis, 17 Januari 2019 - 20:04 WIB
Koran Washington Post Palsu Beritakan Trump Mengundurkan Diri Beredar

Washington Post palsu (Foto: The Washington Post)

WASHINGTON, iNews.id - Surat kabar kenamaan Amerika Serikat The Washington Post menjadi korban fitnah dan pemalsuan. Pada Rabu (16/1/2019) pagi beredar koran The Washington Post palsu yang halaman depannya memberitakan Presiden Donald Trump mengundurkan diri.

Surat kabar palsu yang sangat mirip dengan aslinya itu beredar di beberapa lokasi di Kota Washington, bahkan tak jauh dari Gedung Putih.

Semua isi koran dipenuhi dengan berita anti-Trump. Tak cuma koran, di situ dicantumkan situs web yang juga meniru situs resmi Washington Post.

Humas The Washington Post mengeluarkan pernyataan di Twitter, "Ada edisi cetak palsu dari The Washington Post yang didistribusikan di sekitar pusat kota dan kami mengetahui ada situs web yang mencoba meniru The Post. Mereka bukan produk Post, dan kami sedang mencari tahu."

Judul utama terpampang "Unpresidented", isi berita palsu itu menyebutkan Trump meninggalkan pesan pengunduran diri di atas serbet di Ruang Oval lalu meninggalkan Washington menuju Yalta, resor Krimea yang terkenal sebagai tempat pertemuan para pemimpin negara sekutu pada Perang Dunia II, yakni Presiden Franklin D Roosevelt, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, dan Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin.

Disebutkan, pengunduran diri Trump yang tiba-tiba itu dipicu oleh protes besar-besaran yang dipimpin oleh aktivis perempuan di seluruh negeri.

Tidak jelas siapa aktor di balik surat kabar dan situs web palsu tersebut. Namun kelompok Liberal Code Pink mem-posting video di Facebook yang isinya, salah satu pendiri organisasi, Medea Benjamin, membagikan koran palsu tersebut di tempat yang tampaknya Capitol Hill.

Benjamin mengatakan kepada masyarakat bahwa krisis telah berakhir karena Trump telah mengundurkan diri dan meninggalkan Gedung Putih.

"Anda harus percaya pada The Washington Post," katanya.

Code Pink menjadi terkenal di Washington atas aksi protes yang mengganggu sidang Kongres.

Organisasi yang didirikan pada 2002 itu menyebut dirinya sebagai gerakan akar rumput untuk perdamaian dan keadilan sosial yang diprakarsai oleh para aktivis perempuan. Tujuannya adalah mengakhiri perang yang didanai Pemerintah AS serta menentang militerisme global.

Mereka berpandangan anggaran dana pertahanan yang besar sebaiknya diarahkan untuk menaikkan tunjangan kesehatan, pendidikan, serta pekerjaan ramah lingkungan, dan lainnya.

Editor : Anton Suhartono