Korban Tewas Banjir Asia Tembus 1.300 Orang, Indonesia dan Sri Lanka Terbanyak
“Jalan telah hancur dan beberapa infrastruktur terganggu. Cukup sulit bagi kami untuk menjangkau keluarga-keluarga yang paling terisolasi,” kata Wakil Direktur Asia Pasifik IFRC, Pui Wah Alice Ho, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (4/12/2025).
Dia menambahkan petugas darat menggunakan perahu dan helikopter untuk menyalurkan bantuan kepada korban yang tersiloasi, namun kemajuannya masih lambat.
Ho menambahkan, tantangan tersebut diperparah buruknya dukungan keuangan yang signifikan.
"Khususnya tahun ini, kita menyaksikan menurunnya pendanaan dari para donor utama untuk bantuan kemanusiaan. Meski telah mengajukan permohonan, kami mungkin tidak bisa mendapatkan dana yang cukup untuk menanggapi keadaan darurat berskala besar ini," ujarnya.
IFRC mengajukan pendanaan darurat sebesar 5 juta franc Swiss atau sekitar Rp104 miliar untuk membantu Palang Merah Sri Lanka. Sejauh ini IFRC telah menyalurkan 1 juta franc Swiss dari dana darurat bantuan bencana.
Sri Lanka mengumumkan keadaan darurat pada akhir pekan lalu setelah Badai Siklon Ditwah memicu banjir besar dan tanah longsor, menewaskan sedikitnya 465 orang.
Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap, korban tewas akibat banjir Sumatera menembus 770 orang dengan lebih dari 650 lainnya hilang.
Editor: Anton Suhartono