Korban Tewas Rentetan Serangan Bom di Sri Lanka Jadi 207 Orang
Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun Departemen Pertahanan Sri Lanka mengatakan serangan kemungkinan dilakukan oleh sebuah kelompok.
Ada kekhawatiran bahwa ledakan ini tidak terlepas dengan kembalinya anggota kelompok Negara Islam atau ISIS yang menimbulkan ancaman di negara itu.
Sebelumnya ada beberapa insiden kekerasan yang bersifat sporadis di Sri Lanka, yang melibatkan warga umat Buddha Sinhala terkait serangan ke masjid dan bangunan milik umat Muslim di negara itu.
Insiden serangan ini menyebabkan pemerintah Sri Langka sempat memberlakukan situasi darurat pada Maret 2018.
Dilaporkan, Gereja Santo Antonius di distrik Kochchikade di Kolombo, Gereja Sebastian di Negombo dan sebuah gereja di Batticaloa di timur negara itu, menjadi sasaran ledakan. Minggu Paskah adalah salah satu perayaan utama dalam kalender umat Kristen.
Editor: Nathania Riris Michico