Korea Tolak Permintaan AS Ekstradisi Operator Situs Porno Anak Terbesar di Dunia

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 06 Juli 2020 - 18:02 WIB
Korea Tolak Permintaan AS Ekstradisi Operator Situs Porno Anak Terbesar di Dunia

Ilustrasi tahanan. (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id – Pengadilan di Korea Selatan pada hari ini menolak permintaan ekstradisi oleh Amerika Serikat untuk seorang pria yang dihukum karena menjalankan salah satu situs pornografi anak terbesar di dunia. Pria itu bernama Son Jong Woo.

Son Jong Woo adalah operator situs porno gelap (dark web) yang berbasis di Korsel, “Welcome to Video”. Situs itu menjual konten-konten pornografi anak dengan uang digital di seluruh dunia.

Son Jong Woo dipidana karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak Korea Selatan dan telah selesai menjalani hukuman 18 bulan penjara pada April lalu. Akan tetapi, pelaku tetap ditahan lantaran dia juga didakwa atas tuduhan federal AS di Washington DC. Di negeri Paman Sam itu, dia bisa menghadapi hukuman yang lebih lama.

Hukuman Son tersebut sangat kontras dengan pidana 15 tahun penjara yang diberikan kepada beberapa pengguna situs pornonya yang dihukum di AS. Hal itu lantas menuai seruan untuk mendukung hukum Korea Selatan agar lebih keras lagi dalam menindak pelaku pornografi anak.

Pengadilan Tinggi Seoul menolak permintaan ekstradisi AS terhadap Son. Lembaga itu menyatakan bahwa mengirim Son ke luar negeri dapat menghambat penyelidikan di Korea Selatan sendiri terhadap konten yang eksploitatif secara seksual.

“Keputusan (menolak ekstradisi) itu seharusnya tidak ditafsirkan sebagai membebaskan pelaku,” ungkap Pengadilan Tinggi Seoul, seperti dikutip Kantor Berita Yonhap, Senin (6/7/2020).

Akan tetapi, masyarakat Korea Selatan justru merespons keputusan Pengadilan Tinggi Seoul itu dengan perasaan jijik. “Saya rasa, saya bisa mendengar sorak-sorai dari berbagai penjahat seks atas berita hari ini,” kata seorang pengguna Twitter.

“Korea Selatan harus menjadi satu-satunya negara yang membiarkan pelaku pelecehan seksual anak bebas,” cuit pemilik akun Twitter lainnya.

Departemen Kehakiman AS pada tahun lalu menyatakan, ada 338 orang yang terhubung ke situs “Welcome to Video” yang ditangkap di seluruh dunia, termasuk di Korea Selatan, AS, Kanada, Spanyol dan Brasil. Menurut lembaga tersebut, situs milik Son itu adalah pasar eksploitasi seksual anak terbesar berdasarkan volume konten. Situs itu mengandalkan mata uang kripto bitcoin untuk menjual akses ke 250.000 video porno anak.

“Welcome to Video” menjadi salah satu situs dark web pertama yang menghasilkan uang dari penjualan video eksploitasi anak dengan menggunakan bitcoin. Menurut Departemen Kehakiman AS, konten-konten di situs itu sudah diunduh lebih dari 1 juta kali.

Editor : Ahmad Islamy Jamil