Korea Utara Sebut Debu Musiman dari China Bawa Virus Corona
PYONGYANG, iNews.id - Pemerintah Korea Utara menyebut debu musiman yang bertiup dari China ke negara itu membawa virus corona. Pemerintah meminta warganya tetap di rumah guna menghindari infeksi.
"Karena virus corona baru terus menyebar ke seluruh dunia, kebutuhan untuk mengantisipasi debu kuning (dari China) dan mengambil tindakan menyeluruh menjadi lebih penting," kata surat kabar partai resmi Korea Utara, Rodong Sinmun, Kamis (23/10/2020).
Klaim Korut bahwa virus corona dapat menyebar ke Korea Utara dari Gurun Gobi sejauh 1.900 km (1.200 mil) nampaknya sangat berlebihan. Pasalnya, dua meter yang merupakan jarak virus itu bisa bertahan.
Meskipun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan droplet yang mengandung virus terkadang dapat bertahan di udara selama berjam-jam.
HUT Ke-75 Partai Buruh, Momen Menghangatnya Hubungan China-Korea Utara
Pemerintah Korea Utara telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk menghindari aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. Mereka juga diminta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan mandi setelah pulang ke rumah.
"Orang-orang harus memperhatikan kebersihan pribadi setelah kembali dari luar (ruangan)," bunyi pengumuman seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (24/10/2020).
Analis: Korea Utara Mungkin Uji Coba Rudal Balistik dari Kapal Selam Bulan Depan
"Selain itu, pekerja harus menghindari pekerjaan konstruksi luar ruangan bahkan di lokasi rekonstruksi," lanjut isi pengumuman.
Diplomat dan staf kedutaan dilarang pulang ke negaranya
Pada hari Kamis (23/10/2020) kemarin, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korea Utara telah meminta kepada semua pengunjung serta diplomat yang berada di negara itu menunggu badai debu dari China reda dengan cara beraktivitas di dalam ruangan.
Presiden Korea Utara, Kim Jong-un, mengklaim negaranya masih terbebas dari infeksi virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 42,2 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 1,14 juta orang.
Kim memberlakukan aturan ketat yakni menembak mati siapapun yang berusaha mendekat ke perbatasan Korea Utara. Langkah ini sebagai upaya mencegah masuknya virus corona yang dibawa pembelot.
Editor: Arif Budiwinarto