Korsel Hapus Video Dance Covid-19 Setelah Tuai Kritikan
SEOUL, iNews.id - Video dance yang dibuat bertujuan menghilangkan kejenuhan akibat Covid-19 dihapus oleh Kementerian Kesehatan Korea Selatan dari akun media sosial setelah mendapat banyak kritikan. Video yang diunggah pada Tahun Baru 2021 itu dihapus sehari kemudian.
Warga Korsel menghabiskan banyak waktu di rumah selama libur akhir tahun untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang kasusnya tengah melonjak di negara itu.
Dalam pernyataan di Facebook, kementerian meminta maaf dan menjelaskan video yang bertujuan mengajak warga menari untuk mengatasi kejenuhan selama pandemi itu telah gagal.
"Banyak masalah, termasuk kebisingan antarlantai. Kami meminta maaf kepada masyarakat," bunyi pernyataan, mengacu pada warga yang tinggal di hunian vertikal, seperti dikutip dari Korea Herald, Minggu (3/1/2021).
Kasus Covid-19 di Korsel Melonjak Cetak Rekor Baru, Panic Buying Mulai Terjadi
Tayangan tersebut tidak lagi tersedia di akun Facebook atau YouTube kementerian.
Video menunjukkan, awalnya lima anggota keluarga, yakni ibu, bapak, dua anak, serta nenek, melakukan aktivitas masing-masing, seperti mencuci, santai, bermain games, dan lainnya.
Korsel Catat Rekor Lonjakan Infeksi Covid, Perdana Menteri Sebut 'Krisis Kritis'
Keluarga tersebut lalu menari, bergabung bersama reporter yang sedang menyiarkan berita di televisi.
Mereka menari secara kompak dan pada satu titik lirik lagu yang menjadi latar belakangnya berbunyi, "Pergilah stres. Pergilah virus corona."
Pada Sabtu Korsel memperluas larangan pertemuan lebih dari empat orang di seluruh wilayah serta memperketat aturan jarak sosial di Seoul dan sekitarnya hingga 17 Januari 2021.
Menteri Kesehatan Kwon Deok Cheol mengatakan, pemerintah perlu memberlakukan langkah-langkah baru untuk mengurangi lonjakan kasus infeksi dan kematian.
Korsel mengonfirmasu penambahan 824 kasus baru pada Jumat, turun dari 1.029 pada hari sebelumnya. Namun penurunan ini diduga karena berkurangnya jumlah orang yang melakukan tes Covid-19 terkait liburan Tahun Baru.
Editor: Anton Suhartono