Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mantan Ibu Negara Korsel Dihukum 1 Tahun 8 Bulan Penjara, Suap Tas Chanel Tak Terbukti 
Advertisement . Scroll to see content

Korsel Hapus Video Dance Covid-19 Setelah Tuai Kritikan

Minggu, 03 Januari 2021 - 08:43:00 WIB
Korsel Hapus Video Dance Covid-19 Setelah Tuai Kritikan
Kementerian Kesehatan Korsel menghapus video dance yang dibuat untuk mengajak warga menghilangkan kejenuhan akibat Covid-19 (Screengrab: YouTube)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Video dance yang dibuat bertujuan menghilangkan kejenuhan akibat Covid-19 dihapus oleh Kementerian Kesehatan Korea Selatan dari akun media sosial setelah mendapat banyak kritikan. Video yang diunggah pada Tahun Baru 2021 itu dihapus sehari kemudian.

Warga Korsel menghabiskan banyak waktu di rumah selama libur akhir tahun untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang kasusnya tengah melonjak di negara itu.

Dalam pernyataan di Facebook, kementerian meminta maaf dan menjelaskan video yang bertujuan mengajak warga menari untuk mengatasi kejenuhan selama pandemi itu telah gagal. 

"Banyak masalah, termasuk kebisingan antarlantai. Kami meminta maaf kepada masyarakat," bunyi pernyataan, mengacu pada warga yang tinggal di hunian vertikal, seperti dikutip dari Korea Herald, Minggu (3/1/2021).

Tayangan tersebut tidak lagi tersedia di akun Facebook atau YouTube kementerian.

Video menunjukkan, awalnya lima anggota keluarga, yakni ibu, bapak, dua anak, serta nenek, melakukan aktivitas masing-masing, seperti mencuci, santai, bermain games, dan lainnya.

Keluarga tersebut lalu menari, bergabung bersama reporter yang sedang menyiarkan berita di televisi. 

Mereka menari secara kompak dan pada satu titik lirik lagu yang menjadi latar belakangnya berbunyi, "Pergilah stres. Pergilah virus corona."

Pada Sabtu Korsel memperluas larangan pertemuan lebih dari empat orang di seluruh wilayah serta memperketat aturan jarak sosial di Seoul dan sekitarnya hingga 17 Januari 2021.

Menteri Kesehatan Kwon Deok Cheol mengatakan, pemerintah perlu memberlakukan langkah-langkah baru untuk mengurangi lonjakan kasus infeksi dan kematian.

Korsel mengonfirmasu penambahan 824 kasus baru pada Jumat, turun dari 1.029 pada hari sebelumnya. Namun penurunan ini diduga karena berkurangnya jumlah orang yang melakukan tes Covid-19 terkait liburan Tahun Baru.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut