Korsel Protes Jepang karena Gunakan Bendera Simbol Penjajahan di Olimpiade Tokyo

Anton Suhartono ยท Rabu, 11 September 2019 - 16:45 WIB
Korsel Protes Jepang karena Gunakan Bendera Simbol Penjajahan di Olimpiade Tokyo

Warga Korsel menyobek bendera Matahari Terbit dalam unjuk rasa di Seoul (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Korea Selatan memprotes penggunaan bendera 'Matahari Terbit' dalam Olimpiade Tokyo 2020 oleh Jepang. Pasalnya bendera itu merupakan simbol agresi militer Jepang pada Perang Dunia II.

Korsel berada dalam pendudukan Jepang dalam perang periode 1910-1945, sejarah yang mengemuka kembali saat ini hingga membawa ketegangan baru kedua negara.

Bendera Matahari Terbit telah digunakan sebagai panji bagi Pasukan Bela Diri Jepang sejak 1954. Namun di sebagian besar negara Asia Timur, bendera itu dipandang sebagai simbol agresi. Korsel pun meminta Komite Olimpiade Internasional (OIC) untuk melarang penggunaan bendera itu dalam Olimpiade Tokyo 2020.

(Bendera Matahri Terbit diarak demonstran di Seoul/AFP)

Namun penyelanggara olimpiade menepis bahwa penggunaan Matahari Terbit merupakan penyataan politik dan tetap akan menggunakannya.

Sementara itu desakan di dalam negeri Korsel agar pemerintah mengajukan laporan resmi ke IOC terus mengalir. Alasannya, badan sepak bola internasional FIFA sudah melarang penggunaan Matahari Terbit.

"Kami menjelaskan sejarah di balik bendera itu dan meminta penggunaannya dilarang saat Olimpiade," demikian pernyataan kementerian olahraga Korsel, dikutip dari AFP, Rabu (11/9/2019).

Dijelaskan, bendera tersebut merupakan simbol politik yang bisa membangkitkan ingatan menyakitkan akan kekejaman pendudukan Jepang. Bahkan kementerian menyamakannya dengan lambang Swastika Nazi yang membuat trauma warga Eropa.

Pertikaian Korsel dan Jepang memicu perang dagang dalam beberapa bulan terakhir. Ini bermula setelah pengadilan Korsel memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang membayar upah kerja paksa selama pendudukan Jepang pada 1910-1945.

(Demonstran Korsel menyobek bendera Matahari Terbit di Seoul /AFP)

Jepang pun merespons pada Juli dengan memberlakukan pembatasan ekspor bahan penting untuk perusahaan raksasa teknologi Korsel. Sejak itu kedua negara saling menyingkirkan satu sama lain dari daftar mitra dagang.

Sementara itu warga Korsel mengmpanyekan boikot produk Jepang, yang menyebabkan turunnya penjualan produk elektronik dan otomotif. Maskapai kedua negara juga terpaksa mengurangi volume penerbangan karena sedikitnya penumpang.

Bahkan beberapa anggota parlemen Korsel menyerukan pemboikotan Olimpiade Tokyo dan larangan bepergian ke Jepang, namun dengan menggunakan alasan berisiko terpapar radiasi dari reaktor nuklir Fukushima pascagempa pada 2011.

Komite Olimpiade Korsel bulan lalu mengeluhkan risiko paparan radiasi di lokasi sekitar Fukushima serta kemungkinan produk makanan yang berasal dari wilayah tersebut dikonsumsi di perkampungan atlet Olimpiade.

Editor : Anton Suhartono