Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral, Influencer Cantik Ini Kena Tipu hingga Jadi Gelandangan di Kamboja
Advertisement . Scroll to see content

Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi

Sabtu, 03 Januari 2026 - 13:51:00 WIB
Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi
Pemerintah China mendorong peningkatan angka kelahiran dengan menaikkan pajak kontrasepsi. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

Di sisi lain, kondisi ekonomi yang melemah dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia membuat pemerintah semakin terdesak. Berbagai kebijakan pun terus digulirkan untuk mendorong generasi muda menikah dan memiliki keturunan.

Data resmi menunjukkan populasi China telah menurun selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, jumlah kelahiran hanya mencapai 9,54 juta bayi, atau sekitar setengah dari angka kelahiran satu dekade sebelumnya, saat aturan pembatasan anak mulai dilonggarkan.

China sendiri pernah menerapkan kebijakan satu anak sejak 1994 yang berlangsung selama puluhan tahun. Kini, kebijakan tersebut telah dicabut, tetapi dampak jangka panjangnya masih terasa.

Masalah lain yang tak kalah besar adalah mahalnya biaya membesarkan anak. Laporan YuWa Population Research Institute di Beijing pada 2024 menyebut China sebagai salah satu negara termahal untuk membesarkan anak, terutama karena biaya pendidikan yang tinggi dan lingkungan akademik yang sangat kompetitif.

Rata-rata, biaya membesarkan seorang anak hingga usia 17 tahun di China mencapai 75.700 dolar AS atau sekitar Rp1,24 miliar. Kondisi ini semakin diperberat oleh perlambatan ekonomi dan krisis properti yang menggerus tabungan keluarga muda.

Situasi tersebut membuat banyak pasangan merasa ragu menatap masa depan. China pun kini menghadapi perubahan besar, dari negara dengan kelebihan populasi menjadi negara yang dilanda krisis generasi muda dan penurunan angka kelahiran.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut