Krisis Mediterania: AS Berencana Pindahkan Pangkalan Udara dari Turki ke Yunani

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 16 September 2020 - 12:00 WIB
Krisis Mediterania: AS Berencana Pindahkan Pangkalan Udara dari Turki ke Yunani

Pesawat tempur Amerika Serikat lepas landas dari Pangkalan Udara Incirlik di Turki. (foto: Daily Sabah)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat berencana memindahkan pangkalan udara ke pulau milik Yunani setelah muncul laporan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, akan menutup sejumlah fasilitas militer asing di tengah memanasnya ketegangan di Laut Mediterania.

Ron Johnson, Ketua Subkomite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika untuk Eropa, mengatakan pangkalan militer yang dimaksud adalah Incirlik. Pekan lalu, Turki mengisyaratkan kemungkinan penutupan pangkalan udara Incirlik yang dipastikan akan mengubah proyeksi Washington di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya dapat mempertimbangkan menutup fasilitas lainnya yakni stasiun radar Adana dan Kurecik di provinsi Malatya timur dalam upaya menghadapi ancaman sanksi oleh AS.

Situasi inilah yang kemudian jadi pertimbangan AS membuat rencana merelokasi kekuatan udaranya dari Turki ke pulau yang masuk ke dalam wilayah Yunani, negara yang tengah berselisih dengan Turki terkait wilayah kaya sumber daya alam Laut Mediterania.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada Incirlik. Kami berharap yang terbaik tetapi kami harus merencanakan yang terburuk," kata Ron Johnson dikutip dari Daily Sabah, Rabu (16/9/2020).

Ron menyebut AS akan meningkatkan kehadirannya di Teluk Souda di Pulau Kreta. Ini nampaknya menjadi petunjuk kemana AS akan memindahkan basis militernya dari Turki .

"Kami sudah melihat Yunani sebagai alternatif," ujarnya.

Senin kemarin (14/9/2020), tentara Amerika Serikat dan Yunani berencana menggelar latihan militer bersama di dekat wilayah Western Thrace, yang didiami oleh minoritas Turki Yunani.

Juli lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mark Pompeo mengumumkan bahwa AS akan memasukkan pemerintah Siprus Yunani dalam program pelatihan militernya untuk tahun 2020.

Bukan kali ini saja Turki berencana menutup pangkalan militer Incirlik, pada 1975 Turki menutup pangkalan itu selama tiga tahun dan membatasi penggunaannya oleh NATO.

Terletak di Provinsi Adana, Turki hanya 110 kilometer dari perbatasan Suriah, Pangkalan Udara Incirlik telah menjadi elemen strategis sejak didirikan pada tahun 1954.

Pangkalan itu memainkan peran utama selama Perang Dingin, Perang Teluk 1990-1991 dan operasi AS bersandi Inherent Resolve yang menargetkan Daesh di Suriah dan Irak.

AS menilai Pangkalan Udara Incirlik--selain sejarahnya--memiliki potensi operasional yang krusial menghadapi Rusia, Iran dan negara-negara Arab di Timur Tengah.

Editor : Arif Budiwinarto