Krisis Politik, 78 Tahanan Melarikan Diri dari Penjara Haiti
PORT AU PRINCE, iNews.id - Sebanyak 78 tahanan di sebuah penjara di Haiti melarikan diri pada Selasa (13/2/). Aksi itu dilakukan untuk menentang Presiden Jovenel Moise.
Para saksi mata mengatakan, protes anti-Moise itu terjadi di depan kantor polisi yang berdampingan dengan lembaga pemasyarakatan di Aquin, sebuah kota berpenduduk sekitar 100.000 orang di pantai selatan Semenanjung Tiburon di negara itu.
Mantan koloni Perancis itu berada dalam cengkeraman krisis politik yang semakin meningkat yang menyebabkan warga turun ke jalan-jalan di ibu kota Port-au-Prince dan di tempat lain selama sepekan terakhir untuk menuntut pengunduran diri Moise.
Barikade bermunculan di beberapa daerah di ibu kota dan kota-kota lain. Para pengunjuk rasa menuntut presiden menjawab laporan soal dugaan penggelapan dana pembangunan di negara Karibia yang miskin tersebut.
Kondisi penjara di Haiti dianggap sebagai salah satu yang paling tidak manusiawi di dunia oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia. Tahanan menghadapi kondisi penuh sesak, kebersihan yang buruk, kekurangan makanan, dan kurangnya perawatan kesehatan.