Kubu Prodemokrasi Menang Telak di Pemilu, China Akan Pecat Kepala Perwakilan di Hong Kong?

Anton Suhartono ยท Selasa, 26 November 2019 - 11:49 WIB
Kubu Prodemokrasi Menang Telak di Pemilu, China Akan Pecat Kepala Perwakilan di Hong Kong?

China dilaporkan akan memecat kepala perwakilannya di Hong Kong terkait hasil pemilu (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - China tampaknya semakin memperketat pengawasan di Hong Hong. Bukan hanya terkait demonstrasi Hong Kong yang semakin memanas dalam 2 pekan terakhir, tapi juga soal situasi politik.

Hasil pemilu dewan distrik pada Minggu (24/11/2019) menunjukkan para calon anggota dewan distrik yang didukung kubu prodemokrasi memperoleh lebih dari 80 persen kursi.

Kondisi ini merupakan pesan tegas rakyat Hong Kong kepada China bahwa wilayah semiotonomi yang diserahkan Inggris pada 1997 itu menginginkan penerapan demokrasi lebih luas.

Untuk memperketat pemantauan, China mendirikan komando pusat krisis di perbatasan dengan Hong Kong atau di Kota Shenzhen.

Bukan hanya itu, seorang sumber yang mengikuti perkembangan isu ini mengatakan kepada Reuters bahwa Beijing mempertimbangkan untuk mengganti kepala perwakilan China di Hong Kong Wang Zhimin. Dia merupakan pejabat politik China paling senior yang ditugaskan di Hong Kong.

Sejak beberapa bulan terakhir, China menerapkan langkah pemotongan jalur birokrasi untuk memberikan tanggapan secara cepat mengenai perkembangan di Hong Kong melalui pusat krisis di Shenzhen.

Biasanya, komunikasi antara Beijing dan Hong Kong dilakukan melalui lembaga pemerintah yakni Kantor Penghubung Pemerintah Pusat Rakyat China di Hong Kong. Kantor Penghubung itu berada di gedung pencakar langit yang dijaga sangat ketat, termasuk dilengkapi banyak CCTV, dikelilingi barikade baja, serta ditutup oleh kaca yang kuat.

Sementara itu dua sumber mengungkap, Wang mendapat sorotan setelah Kantor Penghubung salah dalam merespons situasi di Hong Kong.

"Kantor Penghubung hanya bergaul dengan orang-orang kaya dan elite China di kota itu dan mengisolasi diri dari masyarakat. Ini perlu diubah," kata seorang pejabat China.

Kantor Penghubung mungkin juga akan menghadapi tekanan tinggi terkait hasil pemilu.

Sementara itu Kantor Dewan China untuk Urusan Hong Kong dan Makau serta Kantor Penghubung di Hong Kong belum mengomentari laporan sumber tersebut.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam juga menolak berkomentar mengenai laporan ini.

Editor : Anton Suhartono