Kunjungi Yerusalem, Presiden Prancis Macron Akan Temui Netanyahu dan Mahmoud Abbas

Anton Suhartono ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 11:26:00 WIB
Kunjungi Yerusalem, Presiden Prancis Macron Akan Temui Netanyahu dan Mahmoud Abbas
Emmanuel Macron (Foto: AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung ke Yerusalem, Rabu (22/1/2020). Dia akan mendatangi salah satu wilayah Prancis di Holy Land sekaligus menghindari kontroversi kunjungan presiden pendahulunya, Jacques Chirac.

Pendahulu Macron selalu mengunjungi salah satu dari empat situs yang dikuasai Prancis sejak direbut dari kekhalifahan Turki Utsmani pada abad ke-19. Hingga hari ini status itu masih terjaga di bawah perjanjian internasional.

Kunjungan 2 hari Macron di wilayah konflik tersebut juga untuk memenuhui agenda politik di mana pria 42 tahun itu akan membahas ketegangan soal Iran dan perdamaian Timur Tengah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pemimpin oposisi Israel Benny Gantz, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara terpisah.

Menurt agenda, setibanya di gerbang Lion Kota Lama, Yerusalem Timur, Macron akan berkunjung ke Gereja St Anne, tempat bendera Prancis berkibar setelah diserahkan dari kekhalifahan Utsmani ke Raja Napoleon III pada 1856.

"Baik itu sekolah, rumah sakit, panti asuhan, atau tempat keagamaan seperti ini, kami terus mempertahankan identitas Prancis," kata sumber diplomatik Prancis, menjelang kunjungan Macron, dikutip dari AFP.

"Kami selangkah lagi di sini dari Bukit Bait Suci dan Tembok Ratapan, inti dari konflik antara warga Israel dan Palestina, begitu simboliknya kami," kata dia, melanjutkan.

Diplomat itu juga menegaskan bahwa Prancis ingin mengobati kekecewaan Israel. Para pejabat Israel kecewa Macron belum pernah berkunjung sejak dilantik.

Presiden Jacques Chirac sempat mengunjungi Kota Lama Yerusalem pada 1996. Namun saat itu dia dibuat marah oleh personel keamanan Israel yang mendesaknya untuk segera pindah. Chirac saat itu mengatakan kepada seorang petugas bahwa pengawalannya adalah bentuk provokasi dan mengancam akan kembali ke pesawat. Dia menolak masuk Gereja St Anne sampai petugas keamanan Israel meninggalkan tempat itu.

Sementara itu terkait konflik Israel-Palestina, Macron menegaskan berupaya menjadi penengah. Pekan lalu dia mengatakan tak akan mendikte kedua pihak.

"Saya tidak akan mengatakan, 'Ini adalah rencana perdamaian' karena itu hanya akan gagal. Saya akan berbicara dengan para pelaku, melihat bagaimana kondisinya. Prancis selalu punya peran untuk dimainkan dan saya berpikir kami tidak akan absen dari perdebatan kawasan ini," katanya.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel: