Laba Raksasa Migas Ini Melonjak 2 Kali Lipat Imbas Perang di Timur Tengah
Jumat, 31 Juli 2026 - 04:35:00 WIB
Produksi LNG di Qatar telah berhenti sejak awal Maret akibat konflik. Selain itu, fasilitas Pearl Gas-to-Liquids (GTL) di negara tersebut mengalami kerusakan parah setelah terkena serangan rudal pada Maret lalu. Perusahaan memperkirakan proses perbaikan akan memakan waktu sekitar satu tahun.
Akibat gangguan tersebut, produksi gas turun menjadi 631.000 barel setara minyak per hari pada kuartal II, dari 909.000 barel setara minyak per hari pada kuartal I.
Secara keseluruhan, produksi minyak dan gas selama semester I 2026 turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, perusahaan mulai memperoleh tambahan produksi dari proyek baru di Brasil dan Teluk Amerika.
Editor: Aditya Pratama