Lebih dari 40 Anggota Tewas Ditembak, Polisi Jadi Pekerjaan Berbahaya di Amerika

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 13 September 2020 - 21:06:00 WIB
Lebih dari 40 Anggota Tewas Ditembak, Polisi Jadi Pekerjaan Berbahaya di Amerika
Tangkapan layar CCTV yang merekam aksi penembakan dua petugas polisi di Los Angeles. (foto: BBC)

LOS ANGELES, iNews.id - Dua petugas polisi Los Angeles jadi korban penembakan orang tak dikenal saat menjalankan tugas, Minggu (13/9/2020) pagi waktu setempat. Keduanya dalam kondisi kritis di bawah pengawasan dokter rumah sakit.

Dari rekaman CCTV yang terpasang tak jauh dari lokasi kejadian memperlihatkan seorang mengenakan jaket mendekati kendaraan patroli polisi kemudian melepaskan tembakan, lalu melarikan diri.

Sheriff Los Angeles, Alex Villanueva, mengutuk pelaku penembakan dengan menyebutkan sebagai pengecut. Sampai saat ini, polisi masih melakukan pencarian pelaku yang buron.

Petugas polisi yang jadi korban penembakan masing-masing berjenis kelamin perempuan berusia 31 tahun dan pria berumur 24 tahun. Saat ini, keduanya dalam perawatan intensif di rumah sakit.

"Seorang petugas polisi perempuan dan laki-laki disergap saat mereka duduk di kendaraan patroli. Keduanya menderita beberapa luka tembak dan berada dalam kondisi kritis," demikian kicau LA County Sheriff.

"Mereka berdua saat ini sedang menjalani operasi. Tersangka masih buron," lanjut isi kicauan.

Di luar rumah sakit, aksi demonstrasi anti-polisi yang diikuti puluhan orang sempat menutup akses pintu masuk ke ruang gawat darurat. Namun, aksi tersebut tidak sampai berujung kerusuhan.

Berdasarkan data Biro Penyelidik Federal (FBI) sepanjang 2020, hampir 40 petugas polisi AS tewas saat menjalankan tugas, delapan dari mereka menjadi korban penyergapan.

"Ini hanya pengingat pahit bahwa ini adalah pekerjaan berbahaya. Tindakan, perkataan memiliki konsekuensi dan pekerjaan kami tidak menjadi lebih mudah karena orang tidak menyukai penegakan hukum," kata Sheriff Villanueva dikutip dari BBC.

Insiden penembakan dua polisi itu sampai ke telingan Presiden Donald Trump. Melalui akun Twitter-nya, Trump mengecam aksi kekerasan pada penegak hukum. Dia memerintahkan agar pelaku segera ditemukan dengan cara apapun.

"Binatang seperti itu harus dihantam dengan keras," kicau Trump.

Editor : Arif Budiwinarto