Lengserkan Netanyahu, Naftali Bennett Jadi Perdana Menteri Israel yang Baru

Umaya Khusniah ยท Senin, 14 Juni 2021 - 06:24:00 WIB
Lengserkan Netanyahu, Naftali Bennett Jadi Perdana Menteri Israel yang Baru
Naftali Bennett saat sidang di Knessett, Minggu (13/6/2021). (Foto: Reuters)

YERUSALEM, iNews.id - Naftali Bennett resmi menjadi perdana menteri Israel yang baru, Minggu (13/6/2021) malam waktu setempat, melengserkan Benjamin Netanyahu yang telah berkuasa selama 12 tahun. Netanyahu merupakan perdana menteri terlama yang pernah menjabat di Israel.

Koalisi pemerintahan yang dibentuk Bennett dan para politisi oposisi lainnya mendapat dukungan dari mayoritas parlemen Knesset, meskipun sangat tipis.

Sebanyak 60 suara mendukung pemerintahan baru yang dibentuk Bennett bersama para pemimpin politk lainnya, melawan 59 yang menentang. Satu suara yakni dari partai Arab, Ra'am, abstein.

Bennett langsung diambil sumpahnya sebagai perdana menteri yang akan menjabat 2 tahun, bergantian dengan rekan koalisinya, Yair Lapid, yang juga akan menjadi PM 2 tahun kemudian.

Dalam pidatonya di sidang pleno Knesset sebelum voting, Bennett yang merupakan sosok nasionalis pemeluk Yahudi Ortodoks, memperkenalkan jajaran pemerintahannya. Saat itu ketua Partai Religius Zionis Bezalel Smotrich dan anggota parlemen lainnya meneriaki Bennett dengan perkataan 'memalukan' sambil melambaikan poster berisi foto para korban teror Palestina. Mereka lalu diusir dari ruang sidang.

Dia pun melanjutkan pidatonya dengan berterima kasih kepada Netanyahu atas pengabdiannya selama bertahun-tahun kepada negara.

Anggota Partai Likud yang dipimpin Netanyahu sempat menginterupsi pidato tersebut. Mereka menentang kesempatan pidato yang diberikan kepada pria 49 tahun itu. Namun Bennett tetap melanjutkan pidatonya.

"Israel bukan hanya sebuah negara tapi impian generasi Yahudi," katanya, dikutip dari Jerusalem Post.

Dia menambahkan, Israel menghadapi tantangan besar, termasuk dari Iran, lembaga internasional seperti PBB, serta memerangi para pejuang Palestina. Pemerintahnya akan mencegah Iran untuk memiliki senjata nuklir serta tidak akan membiarkan roket dari Gaza ditembakkan ke warga Isael. 

Lebih lanjut dia berterima kasih kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden atas dukungannya selama perang Gaza dan berjanji akan mempertahankan dukungan terhadap bipartisan di AS.

Editor : Umaya Khusniah

Bagikan Artikel: