Letakkan Pisau di Meja Sekolah Pangeran Hisahito, Pria Jepang Dihukum

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 17:22 WIB
Letakkan Pisau di Meja Sekolah Pangeran Hisahito, Pria Jepang Dihukum

Pangeran Hisahito (tengah), ditemani oleh orangtuanya Pangeran Akishino (kiri) dan Putri Kiko (kanan), di sekolah menengah pertama Universitas Ochanomizu sebelum menghadiri upacara masuk di Tokyo, 8 April 2019. (FOTO: Koji Sasahara / POOL / AFP)

TOKYO, iNews.id - Pria Jepang dijatuhi hukuman percobaan, Jumat (14/2/2020), setelah meninggalkan dua pisau dapur di meja sekolah Pangeran Hisahito. Pangeran Hisahito berada di urutan kedua takhta kerajaan Jepang.

Juru bicara pengadilan distrik Tokyo mengatakan kepada AFP, pria itu dijatuhi hukuman 18 bulan.

Kaoru Hasegawa ditangkap pada April karena diduga memasuki lokasi-lokasi di sekolah yang dihadiri sang pangeran.

Dia juga dituduh melanggar hukum membawa senjata api di Jepang.

Sang pangeran tidak ada di sekolah ketika pisau-pisau itu diletakkan di atas mejanya. Mereka kemudian ditemukan oleh pejabat sekolah.

Hisahito (13) adalah putra dari adik lelaki Kaisar Naruhito, Akishino, orang pertama di garis takhta.

"Hakim ketua mengatakan bahwa Hasegawa melakukan kejahatan karena pikiran egois bahwa dia ingin mendapatkan perhatian," demikian laporan NHK.

"Tidak ada ruang untuk keringanan hukuman," kata hakim.

Insiden itu terjadi ketika pihak berwenang meningkatkan keamanan menjelang pengunduran diri mantan kaisar Akihito setelah 30 tahun masa pemerintahan.

Ancaman terhadap keluarga kekaisaran relatif jarang.

Pada 1975, Akihito hampir diserang oleh bom molotov di Okinawa, medan utama Perang Dunia II di mana ada sentimen anti-kaisar yang kuat.

Takhta Krisan Jepang hanya dapat diwarisi oleh ahli waris laki-laki, menurut Hukum Rumah Tangga Kekaisaran, yang berlaku sejak 1947. Hal ini diduga akan meningkatkan prospek krisis suksesi jika Hisahito tidak memiliki seorang putra.

Editor : Nathania Riris Michico