Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Amanda Manopo Hapus Postingan Instagram soal Curhat Bayinya Disebut Anak Haram!
Advertisement . Scroll to see content

Lockdown Virus Corona Berpotensi Sebabkan 7 Juta Kehamilan Tak Dihendaki

Rabu, 29 April 2020 - 14:18:00 WIB
Lockdown Virus Corona Berpotensi Sebabkan 7 Juta Kehamilan Tak Dihendaki
UNPFA memperkirakan ada 7 juta kehamilan tak dikehendaki akibat lockdown virus corona (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Aturan lockdown akibat wabah virus corona di banyak negara tak hanya berdampak pada perekonomian, tapi juga masalah di rumah tangga.

Badan PBB Dana Dana Kependudukan (UNFPA) memperkirakan ada 7 juta kehamilan tidak dikehendaki dalam 6 bulan ke depan. Disebutkan, penyebab lonjakan tersebut adalah kesulitan para perempuan dalam mengakses layanan keluarga berencana (KB).

Wabah virus corona menimbulkan dampak besar bagi perempuan karena sistem kesehatan mengalami kelebihan beban. Selain itu berbagai fasilitas yang menyediakan layanan terkait KB dibatasi atau tutup.

Di saat bersamaan, banyak perempuan tak mau melakukan medis karena takut tertular virus.

“Data baru ini menunjukkan dampak yang segera menimpa perempuan (dewasa) dan anak di seluruh dunia," kata Direktur Eksekutif UNFPA, Natalia Kanem, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (29/4/2020).

Menurut dia, pandemi virus Covid-19 semakin memperparah kesenjangan sehingga jutaan perempuan berisiko tak bisa merencanakan KB maupun melindungi tubuh dari kesehatan.

Secara global, sekitar 450 juta perempuan di 114 negara berpendapatan rendah dan menengah menggunakan alat kontrasepsi.

UNFPA memperkirakan jika layanan kesehatan masih mengalami gangguan dan lockdown berlanjut selama 6 bulan, sekitar 47 juta perempuan di 114 negara tersebut berpotensi tidak bisa mendapat mengakses alat kontrasepsi modern, sehingga mengakibatkan sekitar 7 juta kehamilan tak dikehendaki.

Selain kehamilan, kekerasan berbasis gender dan praktik membahayakan lainnya juga diprediksi melonjak sampai jutaan kasus. Diperkirakan ada 31 juta kasus tambahan kekerasan berbasis gender dalam 6 bulan.

UNPFA juga memperkirakan ada tambahan 13 juta kasus pernikahan anak pada dekade ini, padahal PBB sudah berupaya menekan praktik tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut