Lockdown Lagi, Warga Israel Demo di Tel Aviv

Muhammad Fida Ul Haq ยท Jumat, 18 September 2020 - 03:50 WIB
Lockdown Lagi, Warga Israel Demo di Tel Aviv

Ilustrasi (Foto: AFP)

TEL AVIV, iNews.id - Ribuan warga Israel memprotes kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah. Lockdown kedua ini diterapkan akibat kenaikan pasien positif Covid-19.

Lockdown tersebut dimulai sebelum Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashana, Jumat (18/9/2020). Kebijakan tersebut diterapkan selama tiga pekan.

"Ekonomi jatuh, orang-orang kehilangan pekerjaan, mereka depresi," kata salah satu demonstran Yael di Tel Aviv, seperti dikutip dari AFP, Jumat.

Israel mencatat 172.000 warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 1.163 orang meninggal.

Demonstran menganggap kebijakan lockdown di negara berpenduduk sembilan juta jiwa itu berdampak pada kehidupan mereka. Terutama masalah ekonomi.

"Lockdown untuk apa? Tak ada gunanya," kata Yael yang kehilangan pekerjaan di bidang arsitektur.

Kebijakan lockdown membuat tak ada perayaan Tahun Baru Yahudi untuk pertama kalinya sejak Israel berdiri. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia tak punya pilihan karena Covid-19 penyebarannya masif.

"Sistem kesehatan sudah mengangkat bendera merah... Kami sudah melakukan semuanya untuk menyeimbangkan kesehatan dan ekonomi," kata Netanyahu, Kamis (17/9/2020).

Oposisi mengkritik keras kebijakan lockdown. Menurutnya, ekonomi akan sangat berdampak karena lockdown.

"Ini kebijakan yang agresif. Akan mempengaruhi ekonomi dan tidak membantu dalam menghentikan pandemi," kata pemimpin oposisi Israel Yair Lapid.

Lockdown membuat warga tidak boleh keluar rumah lebih dari 500 meter. Namun, warga masih bisa membeli obat, makanan dan menghadiri pemakaman atau sunatan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq