Maduro: Semua Diplomat Kedubes Venezuela di AS Sudah Pulang
Pada Selasa, (22/1/2019), Majelis Nasional atau Parlemen yang dijalankan oposisi mengadopsi pernyataan yang menyatakan bahwa Maduro merebut kekuasaan. Guaido yang menjadi pemimpin Majelis Nasional memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara negara itu dalam pertemuan akbar di Caracas keesokan harinya.
Beberapa negara, termasuk Brasil, Kanada, dan AS, mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Sedangkan Kuba, Rusia, Meksiko, Uruguay, China, dan beberapa negara lain menyatakan dukungannya kepada Maduro sebagai presiden sah Venezuela.
Negara-negara Uni Eropa mengultimatum Maduro untuk menggelar pemilu baru dalam waktu delapan hari. Jika menolak, nagara-negara seperti Prancis, Spanyol, dan Jerman akan mengakui Guaido sebagai presiden Venezeula.
Maduro menolak ultimatum Uni Eropa. Baginya, pemilu Venezuela sudah digelar tahun lalu dan partainya, United Socialist Party of Venezuela (PSUV), sebagai pemenang. Dia juga sudah diambil sumpah untuk menjabat sebagai presiden yang berkuasa selama enam tahun ke depan.
Namun, pemilu tahun lalu itu tak diakui kubu oposisi dan negara-negara Barat terutama AS. Juan Guaido dari Partai Popular Will (VP) justru sesumbar menawarkan amnesti kepada Maduro.
Editor: Nathania Riris Michico