Mahathir Mohamad Sebut Aksi Teror Subur karena Palestina Diperlakukan Tak Adil

Anton Suhartono ยท Senin, 11 November 2019 - 13:28 WIB
Mahathir Mohamad Sebut Aksi Teror Subur karena Palestina Diperlakukan Tak Adil

Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengingatkan ancaman teror di dunia masih akan tinggi. Dia mengajak semua pihak untuk memahami mengapa teror eksis.

Menurut dia, salah satu pemicu aksi teror adalah ketidakadilan yang dialami bangsa Palestina serta kesewenang-wenangan Israel.

Karena itu Mahathir mengecam sikap diam dunia internasional yang hanya bisa diam saat kekuatan Barat membantu Israel menindas Palestina dan merebut tanah mereka.

Bentuk ketidakadilan itu, jelas Mahathir, perlawanan rakyat Palestina untuk memperjuangkan kembali tanah mereka justru dikutuk, sementara Israel dibiarkan melakukan kejahatan internasional.

"Tidak ada satu pun peristiwa dalam sejarah di mana satu negara mendirikan permukiman di negara lain dan tidak mengizinkan tuan rumah untuk memasuki permukiman mereka. Tapi ini dilakukan oleh Israel dan dunia tidak melakukan apa-apa," kata Mahathir, dalam pidato di acara seminar 'Demistifying Islamophobia: Menuju Pemahaman Islam yang Lebih Dalam' di Kuala Lumpur, seperti dilaporkan The Star, Senin (11/11/2019).

Amerika Serikat, lanjut dia, dengan tegas mendukung Israel bahkan saat negara itu melanggar hukum internasional.

“Seiring waktu, warga Palestina menjadi marah dan frustrasi, dan mereka bertindak sendiri. Mereka tidak bisa berperang melawan Israel. Mereka hanya memiliki diri, tapi untuk menimbulkan kerusakan, mereka melakukan serangan tunggal dengan meledakkan diri, membunuh orang-orang di sekitar," katanya.

Mahathir menambahkan, banyak warga sipil tak berdosa terbunuh dan dunia diteror oleh pelaku bom yang bertindak tanpa batasan wilayah lagi.

Di saat bersamaan, lanjut Mahathir, media Barat memanfaatkan kondisi ini dengan membuat opini seolah-olah teroris identik dengan umat Islam.

"Media Barat memainkan aksi teror ini dan kata Islamofobia sering digunakan dan diarahkan kepada muslim seolah-olah semua adalah teroris," katanya.

Lebih lanjut Mahathir mengatakan, Palestina kalah di setiap front dan dampaknya lebih banyak permukiman Israel yang dibangun di tanah Palestina. Jalan-jalan pun ditutup bagi warga Palestina, sementara mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

“Jika ada keadilan bagi Palestina, maka aksi teror akan lebih sedikit. Hal terbaik yang harus mereka lakukan adalah memperoleh simpati dunia," tuturnya.

Mahathir menegaskan, aksi teror bukan cara terbaik untuk memenangkan peperangan. Di sisi lain, aksi teror hanya akan membuat orang-orang Barat mendukung Israel.

"Banyak orang Amerika dan Eropa bersimpati pada Islam dan muslim, tapi jika terus melakukan teror, seperti mendorong mereka untuk mendukung Israel," katanya.


Editor : Anton Suhartono