Mahathir Mohamad Tegaskan Anwar Ibrahim Tak Bisa Jadi Perdana Menteri Malaysia

Anton Suhartono ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 15:10 WIB
Mahathir Mohamad Tegaskan Anwar Ibrahim Tak Bisa Jadi Perdana Menteri Malaysia

Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perseturuan di internal oposisi Malaysia, Pakatan Harapan, belum berakhir. Pemicunya, kubu Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad berselisih soal kandidat perdana menteri.

Pekan lalu, Mahathir Mohamad mengusulkan Shafie Apdal dari Partai Warisan Sabah sebagai kandidat perdana menteri, dan kali ini menegaskan Anwar Ibrahim yang merupakan presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) sekaligus pemimpin oposisi Pakatan Harapan, tidak bisa menduduki posisi itu.

Ini merupakan penegasan kesekian kali yang disampaikan Mahathir soal peluang Anwar menjadi orang nomor 1 di pemerintahan Malaysia.

Dalam wawancara dengan CNBC, Mahathir menjelaskan Anwar tak populer di kalangan rakyat Malaysia.

“Dia tidak terlalu populer dengan orang Melayu. Kondisi saat ini menunjukkan dukungan orang Melayu sangat penting bagi partai mana pun untuk bisa memenangkan pemilu. Karena dia tidak populer, menjadi pemimpin partai multiras (PKR), dia butuh seorang pemimpin orang Melayu untuk memenangkan pemilu ini,” kata Mahathir, seperti dilaporkan kembali The Star, Rabu (1/7/2020).

Pria 94 tahun itu melanjutkan, dalam tiga pemilu terakhir, Anwar gagal mendapatkan suara dari kalangan Melayu.

“Hanya ketika saya bergabung, kami berhasil menang. Ini sebuah pencapaian, karena selama 60 tahun, pemerintah dikuasai partai yang sama. Ini adalah pertama kalinya perubahan itu dicapai," ujar mantan perdana menteri yang mengundurkan diri pada Februari lalu itu.

Mahathir dan Anwar terlibat dalam perselisihan untuk menentukan kandidat perdana menteri dari Pakatan Harapan. Dua partai oposisi yakni Partai Amanah Negara (Amanah) dan DAP berada di belakang Mahathir.

Pada Selasa (30/6/2020), Juru Bicara Partai Amanah Khalid Abdul Samad mengatakan, pencalonan Shafie sebagai perdana menteri dari Pakatan akan dibahas oleh dewan kepresidenan koalisi sesegera mungkin.

Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng juga mengatakan pilihan Pakatan untuk perdana menteri harus memiliki konsensus dari semua mitra koalisi.

Jumlah anggota parlemen dari PKR adalah 39, DAP 42, dan Amanah 11 orang. Artinya besar kemungkinan Shafie akan menjadi kandidat perdana menteri dari Pakatan Harapan dalam pemilu Malaysia yang kemungkinan dipercepat.

Editor : Anton Suhartono