Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bill Gates Bantah Pernah Berkunjung ke Pulau Epstein Tempat Kejahatan Seks Anak
Advertisement . Scroll to see content

Mantan PM Israel Ehud Barak Disebut dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ini Komentar Netanyahu

Sabtu, 07 Februari 2026 - 07:59:00 WIB
Mantan PM Israel Ehud Barak Disebut dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ini Komentar Netanyahu
Benjamin Netanyahu mengomentari mantan PM Israel Ehud Barak yang disebut-sebut dalam dokumen Jeffrey Epstein (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengomentari pendahulunya, Ehud Barak, yang disebut-sebut dalam dokumen Jeffrey Epstein. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis sekitar 3 juta dokumen pada pekan lalu, mengungkap nama-nama pejabat, politisi, pengusaha, hingga artis yang pernah berhubungan dengan pelaku kejahatan seks anak tersebut.

Dalam komentar pertamanya mengenai dokumen Epstein, Netanyahu menegaskan hubungan dekat Epstein dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel, namun justru sebaliknya.

“Terjebak dalam kekalahan pemilu lebih dari 2 dekade lalu, Barak selama bertahun-tahun, secara obsesif berusaha untuk merusak demokrasi Israel dengan bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis dalam upaya yang gagal menggulingkan pemerintah Israel yang terpilih,” tulis Netanyahu, di media sosial X, merujuk pada pemerintahannya saat itu.

Netanyahu juga menuduh Barak terlibat dalam aktivitas terbuka dan di balik layar untuk melemahkan pemerintah Israel, termasuk memicu gerakan demonstrasi massal, membuat kerusuhan, serta fitnah. Seperti diketahui Netanyahu sejak beberapa tahun terakhir duduk di kursi pesakitan terkait tuduhan korupsi.

Dia juga memicu kontroversi dengan mengamandemen UU peradilan yang memberikan kekuasaan bagi parlemen untuk mengintervensi hukum.

Sementara itu Barak merupakan pengkritik vokal Netanyahu sejak lama, bahkan menyerukan penggulingan pemerintah.

Pada pertengahan 2025, Barak bergabung dengan sekitar 3.000 profesional medis dan kesehatan Israel menandatangani petisi yang mendesak pemerintah untuk mengamankan pembebasan para sandera di Gaza, bahkan jika barus menghentikan perang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut