Mantan Presiden Rusia Ancam Pembangkit Tenaga Nuklir Eropa: Kecelakaan Bisa Terjadi!
LONDON, iNews.id - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia yang juga mantan presiden, Dmitry Medvedev, mengancam tragedi nuklir bisa terjadi di Eropa. Dia mengecam tuduhan negara-negara Barat bahwa Rusia membuat risiko bencana nuklir dengan menempatkan pasukan di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.
Ukraina menuduh Rusia menyerang kota-kota di Ukraina dari lokasi tersebut dengan tujuan agar militernya tak akan membalas.
Selain itu, Ukraina menuduh Rusia yang membombardir PLTN Zaporizhzhia sejak Jumat pekan lalu kemudian melemparkan tuduhan kepada militer Ukraina.
Sebelumnya Rusia menegaskan tentara Ukraina lah yang menyerang PLTN tersebut.
Tuduh Ukraina Bombardir Pembangkit Tenaga Nuklir, Rusia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat
“Mereka (Kiev dan sekutunya) mengatakan pelakunya adalah Rusia. Itu jelas 100 persen omong kosong, bahkan bagi publik Rusiafobia yang bodoh,” kata Medvedev, dalam pernyataan di Telegram, Jumat (12/8/2022).
"Mereka mengatakan itu terjadi murni karena kebetulan, seperti 'Kami tidak bermaksud'. Apa yang bisa saya bilang. Jangan lupa, Uni Eropa juga memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir dan kecelakaan bisa terjadi di sana," ujarnya, bernada mengancam.
Pembangkit Tenaga Nuklir Ukraina Dibombardir, Sekjen PBB: Serangan Bunuh Diri
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia bisa menyebabkan bencana nuklir. Badan PBB itu sampai saat ini belum mendapat akses untuk memeriksa lokasi.
Rusia Jelaskan Mengapa Tak Pakai Senjata Nuklir dalam Perang di Ukraina
PLTN terbesar di Eropa itu dalam kekuasaan pasukan Rusia sejak direbut pada Maret, namun tetap dioperasikan oleh pekerja dari Ukraina.
Ukraina dan Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan agar PLTN dijadikan zona demiliterisasi. Negara-negara anggota G7 juga mendesak Rusia untuk mengembalikannya ke Ukraina. Sepanjang Kamis kemarin saja, PLTN Zaporizhzhia dihantam lima kali serangan, termasuk di dekat tempat penyimpanan bahan radioaktif.
Rusia Tuduh Ukraina Tembakkan 2 Drone ke PLTN, Tak Ada Reaktor Rusak
Sementara itu otoritas Zaporizhzhia yang ditunjuk Rusia menyatakan, tentara Ukraina telah menembaki fasilitas itu dua kali sehingga mengganggu pergantian shift.
Editor: Anton Suhartono