Masjid Al-Aqsa Dibuka, Jamaah: Kami Akan Lindungi Dia dengan Jiwa dan Darah Kami

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 13:52 WIB
Masjid Al-Aqsa Dibuka, Jamaah: Kami Akan Lindungi Dia dengan Jiwa dan Darah Kami

Jamaah memasuki Kompleks Masjid al-Aqsa di al-Quds, Minggu (31/5/2020) dini hari. (Foto-foto: AFP)

AL-QUDS, iNews.id – Kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem (al-Quds), situs suci ketiga dalam Agama Islam setelah Makkah dan Madinah di Arab Saudi, dibuka kembali pada Minggu (31/5/2020). Masjid itu sempat ditutup selama lebih dari dua bulan karena pandemi virus corona (Covid-19).

Ada puluhan jamaah mengenakan masker yang diizinkan masuk ke kompleks masjid itu sejak sebelum subuh. Di tengah malam yang dingin dan berangin, jamaah itu mengucapkan “Allahu akbar! Kami akan melindungi al-Aqsa dengan jiwa dan darah kami.”

Dilansir AFP, rombongan yang berkumpul di depan pintu kayu besar kompleks itu disambut langsung oleh Direktur Masjid al Aqsa, Umar al-Kiswani. Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesabaran jamaah.

Suasana spiritual itu berlangsung di saat situasi Yerusalem Timur—lokasi kompleks masjid itu berada—sedang memanas. Polisi Israel pada Sabtu (30/5/2020) menembak mati seorang lelaki Palestina yang berkebutuhan khusus. Polisi-polisi zionis itu menganggap pria malang itu bersenjata. Kasus penembakan sadis itu memicu kecaman keras dari Palestina.

Kompleks al-Aqsa telah ditutup sejak Maret sebagai bagian dari langkah-langkah untuk membatasi penyebaran Covid-19. Pada hari pertama liburan Idul Fitri pekan lalu, bentrokan terjadi antara polisi Israel dan warga Palestina ketika jamaah berusaha menerobos hambatan untuk memasuki kompleks situs suci tersebut.

Di kalangan umat Islam, Masjid al-Aqsa juga dikenal sebagai Haram asy-Syarif. Situs tersebut berada di bawah pengawasan Kerajaan Yordania yang menguasai Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, hingga akhirnya diduduki Israel dalam Perang Enam Hari 1967.

Dengan jumlah kasus Covid-19 yang menurun dalam beberapa hari terakhir, baik wilayah Israel maupun Palestina, aturan pembatasan di kompleks masjid itu mulai dikurangi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil