Masjid Bersejarah Terbesar di Belahan Bumi Selatan Hangus Dilalap Api

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 22:12:00 WIB
Masjid Bersejarah Terbesar di Belahan Bumi Selatan Hangus Dilalap Api
Masjid Juma di Kota Durban, Afrika Selatan, terbakar pada Senin (24/8/2020). (Foto: Twitter)

DURBAN, iNews.idKebakaran besar melanda Masjid Juma alias Masjid Grey Street di Kota Durban, Afrika Selatan, Senin (24/8/2020). Masjid itu memiliki sejarah yang panjang, karena sudah berumur 139 tahun.

Kebakaran di salah satu masjid yang terbesar di belahan selatan bumi itu juga merembet ke kawasan sekitarnya. “Tiga bangunan yang berdekatan di kawasan pusat bisnis kota itu juga ikut dilalap api,” ungkap juru bicara layanan darurat setempat, Robert Mckenzie, kepada AFP.

Video yang diunggah di laman Twitter menunjukkan kerumunan orang berkumpul menyaksikan tirai api yang mengamuk melalui lantai atas gedung dua lantai itu.

Api dipadamkan dalam waktu sekitar dua jam oleh petugas damkar. Penyebab kebakaran itu belum diketahui dan tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam kebakaran tersebut.

Menurut laman berita daring The South African, warga sekitar tersentak kaget ketika melihat api dan asap hitam tebal mengepul dari masjid yang dibangun lebih dari seabad yang lalu, yakni pada 1881 itu. Masjid itu pernah menyandang status sebagai rumah ibadah terbesar umat Islam di belahan bumi selatan hingga akhir 1970-an.

Masjid bersejarah yang dianggap sebagai pusat spiritual bagi komunitas Muslim di Provinsi KwaZulu-Natal, Afsel, itu didirikan oleh saudagar bernama Aboobaker Amod dan Haji Mahomed Dada. Keduanya membeli lahan seharga 150 poundsterling di sudut Jalan Grey (Grey Street) dan Jalan Ratu (Queen Street) di jantung kawasan India di Kota Durban.

Pada saat pertama kali dibeli Aboobaker Amod dan Haji Mahomed Dada, masjid itu masih berupa bangunan bata yang diplester dan hanya mampu menampung sekitar 50 jamaah. Rumah ibadah itu diperluas agar bisa menampung 275 orang pada 1884. Di kemudian hari, masjid itu secara konsisten terus dikembangkan hingga menjadi seperti saat ini dengan kapasitas hampir 7.000 jamaah.

Masjid itu terdiri atas serangkaian bangunan, gang beratap, dan koridor yang saling terkait. Di tempat itu, aktivitas perdagangan, agama, dan hubungan sosial berada dalam keseimbangan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil