Maskapai UEA Etihad Airways Buka Penerbangan Langsung ke Israel Maret 2021

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 16 November 2020 - 15:38:00 WIB
Maskapai UEA Etihad Airways Buka Penerbangan Langsung ke Israel Maret 2021
Maskapai asal UEA, Etihad Airways, siap membuka penerbangan langsung ke Israel beberapa bulan lagi. (Foto: AFP)

ABU DHABI, iNews.id – Maskapai nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Airways, hari ini mengumumkan akan memulai penerbangan langsung ke Israel pada Maret 2021. Pengumuman tersebut menyusul kesepakatan kedua negara untuk menormalisasi hubungan, belum lama ini.

“Etihad akan meluncurkan penerbangan harian terjadwal sepanjang tahun ke Tel Aviv,” ungkap maskapai yang berbasis di Abu Dhabi itu dalam sebuah pernyataan dikutip AFP, Senin (16/11/2020).

Perusahaan itu menjelaskan, layanan penerbangan ke Israel akan dimulai pada 28 Maret, enam bulan setelah UEA menandatangani kesepakatan damai dengan Israel.

“Dimulainya penerbangan berjadwal merupakan momen bersejarah. Sebagai maskapai penerbangan, ini memperkuat komitmen Etihad untuk menumbuhkan peluang perdagangan dan pariwisata,” kata Chief Operating Officer Etihad Aviation Group, Muhammad al-Buluki, dalam pernyataan itu.

Maskapai penyedia layanan berbiaya murah asal Dubai, flydubai, juga telah mengumumkan akan memulai penerbangan langsung ke Tel Aviv dalam bulan ini. Perusahaan itu bakal mengoperasikan 14 penerbangan seminggu ke Israel.

Tidak seperti Dubai dan emirat-emirat lain yang membentuk UEA, Abu Dhabi telah memberlakukan pembatasan ketat terkait wabah virus corona bagi setiap pendatang yang hendak memasuki kota itu. Di saat perekonomian mereka terpukul parah oleh pandemi Covid-19, UEA dan Israel mengharapkan keuntungan yang cepat dari kesepakatan normalisasi hubungan kedua negara itu.

Mereka telah menandatangani perjanjian tentang penerbangan langsung dan perjalanan bebas visa; di samping kesepakatan tentang perlindungan investasi, sains, dan teknologi. UEA adalah negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2