Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Tewas Demonstrasi di Iran Jadi 648 Orang termasuk Anak di Bawah Umur
Advertisement . Scroll to see content

Massa Demo Tandingan di Iran Jauh Lebih Besar, Khamenei: Musuh Gagal!

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:02:00 WIB
Massa Demo Tandingan di Iran Jauh Lebih Besar, Khamenei: Musuh Gagal!
Massa aksi tandingan pro-pemerintah yang turun ke jalan pada Senin (12/1) jauh lebih besar dibandingkan anti-pemerintah (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

Di sisi lain, situasi di lapangan tetap memprihatinkan. Lembaga Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Norwegia melaporkan, jumlah korban tewas akibat demonstrasi mencapai 648 orang hingga Senin. Dari angka tersebut, sembilan korban di antaranya adalah anak di bawah umur, sementara ribuan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

IHR juga menyebut lebih dari 10.000 orang ditangkap di berbagai wilayah Iran. Organisasi tersebut memperingatkan bahwa angka korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, bahkan bisa melampaui 6.000 orang, mengingat sulitnya proses verifikasi.

Pemutusan akses internet yang telah berlangsung selama empat hari, menurut pemantauan Netblocks, dinilai sengaja dilakukan untuk membatasi arus informasi dan menutupi tindakan kekerasan aparat keamanan terhadap demonstran. 
Kondisi ini membuat pemantauan independen terhadap situasi HAM di Iran menjadi sangat terbatas.

Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam menyerukan keterlibatan masyarakat internasional. 

“Masyarakat internasional memiliki kewajiban untuk melindungi para demonstran sipil dari pembunuhan massal oleh republik Islam,” katanya, seperti dikutip AFP.

Sementara itu, otoritas Iran menyatakan terus berupaya memulihkan keamanan dan stabilitas nasional. Pemerintah menegaskan, demonstrasi tandingan berskala besar menjadi bukti bahwa negara masih mendapat dukungan kuat dari rakyat, sekaligus menutup babak unjuk rasa anti-pemerintah yang dituding didalangi kekuatan asing.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut