Media Asing Ramai Beritakan Polisi Indonesia Meninggal usai Diserang Teroris

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 01 Juni 2020 - 17:40 WIB
Media Asing Ramai Beritakan Polisi Indonesia Meninggal usai Diserang Teroris

Jajaran Polda Kalsel memberikan penghormatan terakhir terhadap jenazah anggota Polsek Daha Selatan Brigadir Leonardo Latupapua yang dibacok pria terduga anggota ISIS. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id – Penyerangan Polsek Daha Selatan di Kalimantan Selatan oleh pelaku yang diduga anggota ISIS, dini hari tadi, menjadi perbincangan media luar negeri. Kantor berita AFP dan Xinhua serta laman berita daring seperti The Straits Times dan Bangkok Post misalnya, rata-rata menulis judul “polisi Indonesia tewas diserang terduga militan ISIS”.

The Straits Times dan Bangkok Post yang mengutip sumber dari AFP menyebutkan pelaku lebih dari satu orang. Kedua media itu menggunakan kata militants (bentuk jamak) untuk menggambarkan penyerang Kantor Polsek Daha Selatan tersebut.

“Para militan bersenjatakan pedang membunuh seorang polisi Indonesia dan melukai seorang lainnya hingga kritis pada Senin dalam sebuah aksi yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai serangan teror oleh para terduga ekstrimis yang terkait dengan ISIS,” ungkap Bangkok Post.

“Dalam serangan dini hari di sebuah pos polisi di Kecamatan Daha Selatan di Kalimantan—wilayah bagian Indonesia di Pulau Borneo—tersebut, satu dari para gerilyawan itu juga ditembak,” kata media asal Thailand itu lagi.

Sementara, Xinhua menyebut hanya satu pelaku yang terlibat dalam serangan teroris dini hari tadi. “Seorang polisi tewas dan seorang lainnya terluka ketika seorang pria yang bersenjatakan pedang, yang dicurigai sebagai militan yang terkait ISIS, menyerang kantor polisi di Provinsi Kalimantan Tengah (yang benar Kalimantan Selatan—red), Indonesia, Senin,” demikian kantor berita asal China itu melaporkan, Senin (1/6/2020).

AFP melaporkan, polisi telah menyita pedang samurai yang diacungkan oleh seorang penyerang. Polisi pun mengonfirmasi bahwa salah satu anggota mereka meninggal dalam serangan itu.

“Tersangka meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, sementara seorang polisi meninggal di tempat kejadian,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, kepada AFP.

Insiden penyerangan Polsek Daha Selatan hingga menewaskan seorang polisi bernama Brigadir Leonardo Latupapua langsung ditindaklanjuti Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Nico Afinta, dengan mendatangi lokasi kejadian. Kapolda Nico juga mengunjungi rumah duka sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya Brigadir Leo dalam tugas.

Penyerangan Polsek Daha Selatan terjadi pada dini hari tadi, sekitar pukul 02.15 Wita. Orang tak dikenal menyerang menggunakan senjata tajam jenis samurai hingga Brigadir Leonardo Latupapua yang sedang piket jaga mengalami luka bacok dan akhirnya meninggal.

Ketika menyerang masuk ke Mako Polsek Daha Selatan, pelaku terlebih dulu membakar mobil patroli polisi yang terparkir di depan Mapolsek. Lantaran tak mau menyerah dan terus menyerang anggota, pelaku akhirnya ditembak dan tewas. Pelaku kemudian dievakuasi ke RSUD Hasan Basry Kandangan.

Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah barang bukti yaitu satu unit sepeda motor yang dipakai pelaku, sebuah jerigen bahan bakar jenis premium dan sebilah samurai serta dokumen ISIS.

Editor : Ahmad Islamy Jamil