Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Porak-porandakan Ukraina, Rusia: Tak Ada yang Bisa Cegat Rudal Oreshnik
Advertisement . Scroll to see content

Memanas, 49 Tentara Armenia Tewas dalam Pertempuran dengan Pasukan Azerbaijan

Selasa, 13 September 2022 - 15:58:00 WIB
Memanas, 49 Tentara Armenia Tewas dalam Pertempuran dengan Pasukan Azerbaijan
Nikol Pashinyan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

YEREVAN, iNews.id - Armenia mengklaim sedikitnya 49 tentaranya tewas pada Selasa (13/9/2022) akibat serangan pasukan Azerbaijan di sepanjang perbatasan. Pertikaian kedua negara memanas kembali hari ini setelah bersetigang selama puluhan tahun dipicu wilayah Nagorno-Karabakh.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan, beberapa kota di dekat perbatasan dengan Azerbaijan, yakni Jermuk, Goris, dan Kapan, diserang pada Selasa dini hari. Pasukannya memberikan respons atas apa yang disebutnya sebagai provokasi skala besar oleh Azerbaijan itu.

Pashinyan menuduh Azerbaijan menyerang kota-kotanya karena Armenia tidak mau bernegosiasi mengenai status Nagorno Karabakh, wilayah milik Azerbaijan yang dihuni sebagian besar etnis Armenia.

"Intensitas permusuhan telah menurun, tetapi serangan terhadap satu atau dua front dari Azerbaijan terus berlanjut," kata Pashinyan, dikutip dari Reuters.

Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran perang skala penuh kedua negara bisa pecah bersamaan dengan invasi Rusia ke Ukraina. Setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991, Azerbaijan dan Armenia dua terlibat perang skala penuh. Perang terakhir terjadi pada 2020 selama 6 pekan.

Sementara itu Azerbaijan menuduh Armenia melakukan aktivitas intelijen di sepanjang perbatasan serta memindahkan senjata. Pemerintahan Baku menyebut militernya yang lebih dulu diserang oleh Armenia. 

Media Azerbaijan melaporkan, kesepakatan gencatan senjata dilanggar padahal baru diberlakukan pada Selasa pagi.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Antony Blinken mendesak kedua pihak menahan diri dan menghentikan serangan.

"Seperti telah lama kami sampaikan, tidak akan ada solusi militer untuk konflik tersebut. Kami mendesak diakhirinya pertikaian militer segera," kata Blinken.

Konflik kedua negara ini juga menjadi ujian bagi hubungan baik Rusia dan Turki. Rusia memiliki pangkalan militer di Armenia dan sekutu dekat negara itu. Sementara Turki mendukung Azerbaijan.

Menteri Pertahanan Armenia dan Rusia berbicara pada Selasa pagi dan setuju untuk mengambil langkah-langkah guna menstabilkan keamanan di perbatasan. Sementara itu Menlu Turki Mevlut Cavusoglu melakukan pembicaraan telepon dengan mitranya dari Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, seraya menyerukan agar Armenia menghentikan provokasi.

Rusia mengirim ribuan personel penjaga perdamaian ke wilayah tersebut pada 2020 sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang 6 pekan. Konflik terakhir itu memberikan keuntungan bagi Azerbaijan yang berhasil menguasai Nagorno-Karabakh.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut