Membaca Arah Kebijakan Luar Negeri Para Capres
Tampaknya, dalam pemikiran Anies, kebijakan luar negeri yang semacam ini akan mampu mendorong peningkatan kapabilitas dan daya tarik Indonesia. Tawaran tersebut mendorong keterlibatan aktif Indonesia, baik negara maupun publik, untuk hadir, berpartisipasi, dan terlibat dalam berbagai isu internasional.
Anies juga meletakkan pemikiran tersebut dalam konteks tantangan saat ini, seperti perlambatan ekonomi, urgensi krisis iklim, meningkatnya ketegangan global, serta regresi demokrasi. Langkah prioritas Anies diberikan pada pemulihan institusi negara melalui penyehatan demokrasi, memastikan kebebasan pers, dan pemberantasan korupsi. Fokus perhatian yang lebih khusus dia berikan di bidang ekonomi dengan mengusung strategi “kemajuan ekonomi berkeadilan” yang dijabarkan dalam strategi reindustrialisasi, pembangunan pusat-pusat ekonomi baru, dan upaya navigasi pakta ekonomi yang mendukung kerja sama di antara negara-negara berkembang.
Anies juga menawarkan strategi untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai daya tawar (leverage) Indonesia melalui akselerasi transisi energi sesuai keunggulan lokal, optimalisasi perdagangan karbon, diplomasi keadilan ekologis dan keadilan iklim internasional, kerja sama dalam isu keberlanjutan, serta transisi energi yang memanusiakan. Strategi-strategi di bidang ekonomi ini diterjemahkan ke dalam langkah-langkah prioritas merealisasikan ekonomi dan investasi berkelanjutan serta mewujudkan ekonomi hijau.
Bagi Anies, prioritas segera atau jangka pendek akan diletakan pada pemerataan pembangunan dan mitigasi adaptasi berkeadilan; sementara priritas jangka menengah dan panjang di bidang ekonomi bertumpu pada reindustrialisasi dan transisi energi yang memanusiakan.
Di bidang keamanan, strategi Anies adalah meningkatkan pertahanan adaptif dalam menangani ancaman. Strategi tersebut dijabarkan Anies dengan langkah meletakkan ASEAN sebagai garda terdepan di Indo-Pasifik, memastikan pengadaan new essential force, yaitu alutsista yang berorientasi fungsi dan teknologi, dan penguatan diplomasi maritim. Dalam jangka pendek, langkah utamanya adalah memperkuat pertahanan dan menegakkan kedaulatan sedangkan prioritas jangka menengah dan panjang adalah perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.