Membaca Arah Kebijakan Luar Negeri Para Capres
Di bidang sosial-budaya, Anies memilih strategi meningkatkan brand Indonesia yang dijabarkan dalam berbagai langkah turunan, seperti: promosi budaya, kreasi, dan kuliner Indonesia, pelibatan diaspora Indonesia untuk promosi brand Indonesia, serta meningkatkan diplomasi pendidikan, riset, dan teknologi. Untuk mendukung strategi tersebut, Anies memilih langkah prioritas untuk menduniakan Indonesia dengan melibatkan diaspora dan menjamin kebebasan dan akses pers.
Anies juga menekankan pada diplomasi proaktif dengan aktif dalam panggung dunia, melakukan perlindungan WNI di luar negeri, dan menjadi penggerak diplomasi dan bantuan perdamaian. Untuk strategi tersebut, langkah prioritas yang diambil adalah memperjuangkan kepentingan nasional dengan secara proaktif menjadi bagian dari penyusunan agenda dunia dan menduniakan Indonesia dengan efisiensi fungsi strategis dari korps diplomatik.
Prabowo nampak kuat dalam logika geopolitik. Dia mengawali paparannya melihat kembali posisi geografis Indonesia. Menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis, menurut Prabowo, Indonesia memiliki keuntungan sebagai salah sebuah titik yang banyak dilewati oleh rute perdagangan internasional.
Untuk mengkapitalisasi keuntungan tersebut, Prabowo melihat pentingnya bagi Indonesia untuk berperan sebagai tetangga yang baik bagi negara-negara di sekitarnya. Prabowo menyebutkan prinsip “one thousand friends too few, one enemy too many” yang merefleksikan arah rencana strategi kebijakan luar negeri Indonesia untuk menjalin hubungan baik dan meminimalisir konflik dengan negara-negara lain.
Hal yang tidak kalah menarik adalah ketika Prabowo mengambil contoh keberhasilan negara-negara Timur untuk memberantas kemiskinan. Salah satu yang disebut oleh Prabowo adalah kemampuan Tiongkok dalam mengurangi angka kemiskinannya dalam 50 tahun terakhir.