Mengaku Bisa Sembuhkan Covid-19, Dukun di India Malah Meninggal setelah Terinfeksi

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 16:46 WIB
Mengaku Bisa Sembuhkan Covid-19, Dukun di India Malah Meninggal setelah Terinfeksi

Seorang dukun di India mengaku bisa mengobati pasien Covid-19, ironisnya dia malah meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19

NAYAPURA, iNews.id - Seorang dukun di India mengaku bisa menyembuhkan pasien Covid-19 dengan metode yang terbilang ringan. Sayangnya, sang dukun malah meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19.

ThelogicalIndian melaporkan, dukun pria yang kerap dipanggil Baba Aslam mengklaim bisa menghilangkan virus Covid-19 dari tubuh pasien dengan cara mencium tangan mereka.

Namun, pada 4 Juni lalu, Aslam dikabarkan meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Kematian Aslam membuat gempar pemerintah Distrik Nayapura, Ratlam, Madhya Pradesh, sebab sang dukun banyak didatangi para pasien yang percaya dengan metode pengobatannya.

Otoritas Ratlam segera melakukan pelacakan pada orang-orang yang pernah berkunjung ke praktik dukun Baba Aslam. Dilaporkan pada 9 Juni, ada 24 pasien positif Covid-19 di Ratlam dengan 13 diantaranya terpapar setelah melakukan kontak dengan Aslam.

Kematian Aslam menjadikan Distrik Nayapura sebagai salah satu pusat penyebaran Covid-19 di India. Dari 85 kasus yang telah terkonfirmasi, 19 diantaranya pernah menjalani metode penyembuhan cium tangan ala Baba Aslam.

Selain Aslam, otoritas Nayapura juga melacak 29 dukun lainnya yang juga mengklaim bisa menyembuhkan Covid-19. Mereka kini diisolasi di fasilitas karantina pemerintah. Setelah hasil tes menyatakan negatif, mereka akan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Menurut pejabat Distrik Nayapura bernama Pramod Prajapati, metode yang digunakan para dukun terbilang berisiko tinggi menularkan Covid-19. Selain mencium tangan, dukun juga kerap menggunaka metode meniup segelas air yang kemudian diminum para pasien.

Fakta itulah yang diyakini sebagai cara Covid-19 menulari banyak orang lain melalui droplet dari hidung maupun mulut.

Editor : Arif Budiwinarto