Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Trump Belum Mau Serang Iran, Israel yang Ngotot
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Disanksi AS, Anggotanya Penganut Yahudi Ekstrem

Selasa, 23 April 2024 - 03:02:00 WIB
Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Disanksi AS, Anggotanya Penganut Yahudi Ekstrem
Batalion Netzah Yehuda Israel bagian dari Pasukan Pertahanan Israel masuk dalam bidikan sanksi AS (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Batalion ini masuk dalam radar AS yang menyerukan penyelidikan kriminal terkait kematian seorang pria keturunan Palestina-Amerika, Omar Assad (78). Dia meninggal dalam penahanan batalion ini di sebuah bangunan pada 2022. 

Hasil autopsi layanan medis Palestina menyimpulkan, Assad meninggal karena serangan jantung akibat stres disebabkan oleh penganiayaan.

Kasus Assad menarik perhatian AS karena status kewarganegaraan ganda serta usianya yang sudah lanjut. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyerukan penyelidikan atas kematiannya.

Militer Israel berdalih, tentaranya menyumbat mulut Assad dengan kain dan memborgol tangannya menggunakan zip tie karena menolak bekerja sama.

Akibat kejadian itu, komandan Batalion Netzah Yehuda mendapat teguran, sementara dua perwira dipecat dari militer dalam sidang provost. Meski demikian mereka terbebas dari tuntutan pidana.

Batalion Netzah Yehuda sebelumnya beroperasi di Tepi Barat namun dipindahkan keluar wilayah tersebut sejak akhir 2022 setelah mendapat kecaman dari AS. Unit tersebut baru-baru ini dtugaskan di Gaza.

Menlu Blinken mengatakan telah membuat keputusan terkait tuduhan bahwa Israel telah melanggar serangkaian undang-undang (UU) AS. Dia menjelaskan UU bernama Leahy tersebut melarang pemberian bantuan militer kepada individu atau unit pasukan keamanan yang melakukan pelanggaran HAM berat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut