Mengenal Gaya Hidup Hikikomori di Jepang, Apa Itu?
"Orang-orang ini mempunyai level ketahanan yang lebih rendah dan bisa sering merasa sangat tertekan,” lanjutnya. Takahiro Kato menanggapi epidemi hikikomori di Jepang dengan menyebut kesuksesan atau prestasi seseorang adalah kunci.
Saat seseorang merasa gagal, mereka akan merasa kacau dan hal ini memicu keinginan untuk menutup diri atau bahkan bunuh diri.
Hikikomori sendiri bukanlah sebuah penyakit kesehatan jiwa, melainkan hanya sebuah istilah untuk sebuah masalah sosial yang dipicu oleh gangguan mental (kecemasan dan depresi), wabah trend, kebiasaan berperilaku, lingkungan traumatik, pemasungan dan seterusnya.
Nah, itulah ulasan singkat iNews.id mengenai gaya hidup Hikikomori di Jepang. Bagaimana pendapatmu?
Editor: Komaruddin Bagja