Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang 20 Hari, Israel Bakar Uang Rp5,4 Triliun per Hari Lawan Iran
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal ICC, Mahkamah Pidana Internasional yang Bikin Israel Kalang Kabut

Selasa, 30 April 2024 - 17:09:00 WIB
Mengenal ICC, Mahkamah Pidana Internasional yang Bikin Israel Kalang Kabut
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) berkedudukan di Den Haag, Belanda. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Pada tahun-tahun awalnya, ICC dikritik karena terkesan hanya fokus pada kasus-kasus kejahatan di Afrika. Namun, kini pengadilan itu juga melakukan investigasi di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Apa hubungan ICC dengan Israel dan Palestina?

Majelis Umum PBB menaikkan status Palestina pada 2012 dari pengamat PBB menjadi negara pengamat non-anggota. Hal ini membuka pintu bagi wilayah Palestina untuk bergabung dengan berbagai organisasi internasional, termasuk ICC. 

ICC menerima Negara Palestina sebagai anggota pada 2015, setahun setelah Palestina menerima yurisdiksi pengadilan tersebut. Ketua jaksa penuntut ICC pada saat itu mengumumkan pada 2021 bahwa dia membuka penyelidikan atas kemungkinan kejahatan di wilayah Palestina. Hal itu menuai reaksi keras dari Israel yang menganggap tindakan ICC tersebut sebagai “antisemit”.

Jaksa ICC saat ini, Karim Khan, mengunjungi Ramallah dan Israel pada Desember lalu. Dia bertemu dengan para pejabat Palestina dan sejumlah keluarga warga Israel yang terbunuh atau ditawan oleh para pejuang Hamas dalam serangan 7 Oktober.

Khan pada waktu itu menyebut tindakan Hamas itu sebagai salah satu kejahatan internasional paling serius yang mengejutkan hati nurani umat manusia, kejahatan yang harus ditangani oleh ICC. Dia pun menyerukan agar semua tawanan dibebaskan segera dan tanpa syarat.

Pascakunjungan tersebut, Khan mengatakan, penyelidikan ICC terhadap kemungkinan kejahatan yang dilakukan oleh pejuang Hamas dan pasukan Israel menjadi prioritas bagi kantornya.

Putin juga berurusan dengan ICC

Setahun yang lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Vladimir Putin. Pemimpin Rusia itu dinilai bertanggung jawab atas penculikan massal anak-anak dari Ukraina. Rusia lalu menanggapinya dengan mengeluarkan surat perintah penangkapannya sendiri terhadap Khan dan ICC.

Selain Putin, tokoh penting lainnya yang juga didakwa oleh ICC adalah pemimpin terguling Sudan, Omar al-Bashir. Mahkamah menilai orang kuat Sudan itu melakukan sejumlah kejahatan, termasuk genosida, di wilayah Darfur. 

Mantan pemimpin Libya, Moammar Gadafi, ditangkap dan dibunuh oleh pemberontak tak lama setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapannya atas tuduhan terkait dengan penindasan brutal terhadap aksi protes antipemerintah pada 2011.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut