Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Sabtu, 07 Februari 2026 - 03:01:00 WIB
Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Dunia internasional menyoroti berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir New START antara Amerika Serikat dan Rusia (Foto: Kemhan Rusia via AP)
Advertisement . Scroll to see content

Rusia menangguhkan partisipasinya dalam inspeksi New START dan menolak akses pemeriksa AS ke fasilitas nuklirnya. Sebaliknya, Washington menuding Moskow melanggar ketentuan perjanjian. Ketegangan tersebut akhirnya berujung pada berakhirnya New START tanpa kesepakatan lanjutan.

Dengan berakhirnya perjanjian ini, AS dan Rusia kini tidak lagi terikat secara hukum pada batas jumlah hulu ledak nuklir strategis. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan munculnya perlombaan senjata nuklir baru dan meningkatnya risiko ketidakstabilan global.

Para pakar dan aktivis pengendalian senjata menilai, ketiadaan New START menghilangkan transparansi dan prediktabilitas dalam hubungan nuklir kedua negara. Padahal, AS dan Rusia bersama-sama menguasai lebih dari 80 persen hulu ledak nuklir dunia.

Berakhirnya New START juga menjadi alarm bagi komunitas internasional akan rapuhnya rezim pengendalian senjata nuklir global. Tanpa kesepakatan pengganti, dunia dinilai memasuki fase baru yang lebih berisiko dalam sejarah persaingan nuklir antarnegara besar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut