Menhan AS: Misi Pesawat B-2 Serang Iran Terpanjang Kedua Setelah Perang Afghanistan
“Kami telah menyiapkan semua ini jauh sebelum Presiden AS memberi perintah resmi. Ketelitian adalah kunci keberhasilan operasi sebesar ini,” tuturnya.
Serangan ini bertujuan untuk membatasi kemampuan nuklir Iran dan menjadi sinyal bahwa AS masih memegang superioritas udara dalam konflik terbuka. Namun, serangan ini juga memicu reaksi keras dari Iran dan negara-negara lain yang khawatir akan eskalasi lebih luas di Timur Tengah.
Pentagon mengungkap bahwa serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir bawah tanah Iran -Natanz, Fordow, dan Isfahan- dilakukan dalam operasi bernama Midnight Hammer. Selain mengerahkan pesawat B-2 Spirit dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri, serangan ini juga melibatkan:
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengatakan, seluruh misi berlangsung lancar tanpa gangguan dari sistem pertahanan udara Iran.
Ia menambahkan, meskipun dampak akhir dari serangan masih dalam tahap penilaian, ketiga target disebut mengalami “kerusakan sangat parah.”
Editor: Anton Suhartono