Menkes: 70 Persen Kasus Covid-19 Arab Saudi Berakhir dengan Kesembuhan

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 11:25 WIB
Menkes: 70 Persen Kasus Covid-19 Arab Saudi Berakhir dengan Kesembuhan

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq al-Rabiah. (Foto: Saudi Press Agency)

RIYADH, iNews.id – Lebih dari 70 persen kasus infeksi virus corona (Covid-19) yang terkonfirmasi Arab Saudi telah disembuhkan sampai hari ini. Capaian tersebut diperoleh berkat penerapan protokol perawatan pasien yang sangat baik di kerajaan padang pasir itu.

“Kami memiliki sejumlah protokol perawatan yang dikembangkan oleh para ahli di Arab Saudi. Protokol-protokol ini terus diperbarui dengan perkembangan global baru yang terkait dengan perawatan dan prosedur (penyembuhan pasien Covid-19),” ujar Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq al-Rabiah, akhir pekan ini, seperti dikutip Alarabiyah.

Dia juga mengatakan, jumlah pasien corona yang meninggal dunia Arab Saudi tetap termasuk yang rendah dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya.

Meski memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi di antara negara-negara Kawasan Teluk, tingkat kematian pasien corona di Arab Saudi sangat rendah yaitu 0,6 persen. Dari total 83.384 kasus infeksi Covid-19 yang terkonfirmasi di negara itu, yang meninggal dunia sebanyak 480 jiwa. Sementara, ada 58.883 pasien corona di Arab Saudi yang telah sembuh sejauh ini.

Jika melihat situasi global, negara-negara G20 lainnya seperti Amerika Serikat dan Inggris, terus berupaya keras mengelola pandemi. AS sejauh ini mengonfirmasi lebih dari 1,7 juta kasus infeksi dan 102.856 kematian akibat wabah Covid-19. Sementara, Inggris mengonfirmasi 272.615 kasus dan 38.243 kematian karena wabah yang sama.

Selain protokol perawatan, Arab Saudi juga menerapkan sejumlah langkah yang ketat untuk memperlambat penyebaran virus. Langkah pembatasan itu bahkan diberlakukan sejak ketika negara itu masih mencatatkan sedikit kasus yang dikonfirmasi.

Pemerintah Arab Saudi menutup semua perjalanan domestik dan internasional; menutup unit-unit bisnis, dan; akhirnya memberlakukan jam malam 24 jam pada semua kota besar. Kerajaan Arab Saudi baru-baru ini mulai mencabut pembatasan tersebut, termasuk dengan mengizinkan pergerakan bagi penduduk di dalam negeri dan melakukan perjalanan antarprovinsi.

Banyak toko (termasuk grosir), ritel, dan mal, yang telah diizinkan untuk dibuka kembali, dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Al-Rabiah mengatakan, Pemerintah Arab Saudi belum berencana untuk kembali melakukan penguncian atau karantina wilayah (lockdown) dan pembatasan sosial lagi. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa semuanya sangat bergantung pada pemahaman dan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan tindakan pencegahan wabah.

“Kita berada di kapal yang sama. Jika kita semua patuh, maka kita akan berhasil. Namun, siapa pun yang tidak mematuhinya, bisa membawa kita kembali (kepada kebijakan lockdown),” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil