Menkes Israel: Krisis Pandemi Covid-19 Dapat Berakir pada Maret 2021
TEL AVIV, iNews.id - Pejabat kesehatan Israel optimistis krisis pandemi di negaranya akan berakhir pada Maret 2021. Syaratnya, jika program vaksinasi Covid-19 seperti yang direncanakan bisa berjalan sesuai dengan harapan.
Pernyataan ini bertolak belakang dengan pendapat para ahli kesehatan Israel yang mengatakan vaksin bukan solusi praktis mengatasi pandemi Covid-19 di negara Yahudi.
Mereka menegaskan perlunya menjalankan protokol kesehatan--seperti pembatasan aktivitas di tempat keramaian, social distancing, serta memakai masker--sebagai upaya preventif menekan penyebaran virus tersebut.
Namun demikian, Menteri Kesehatan (Menkes) Israel Yuli Edelstein tetap pada pendiriannya. Dia menargetkan Israel akan menerima setidaknya seratus ribu dosis vaksin sebelum berakhirnya 2020.
"Meskipun ada beberapa laporan yang bertentangan, Israel akan menunggu Badan Pengawas Obat dan Mamanan AS untuk menyetujui suntikan vaksin sebelum menggunakannya," kata Edelstein dikutip dari TimesofIsrael, Minggu (6/12/2020).
"Kementerian sedang bekerja keras menyiapkan logistik kompleks yang diperlukan untuk vaksin, yang menggunakan teknologi baru dan membutuhkan suhu di bawah nol selama transit dan penyimpanan," lanjutnya.
Warga Israel masih khawatir dengan produk vaksin
Program vaksinasi yang telah dirancang oleh pemerintah tak serta merta mendapat respons positif dari seluruh penduduk.
Berdasarkan hasil jajak pendapat di Israel dan luar negeri menunjukkan banyak penduduk Israel yang takut dan was-was dengan pemberian izin vaksi yang dianggap terlalu cepat.
Media lokal Israel, Channel 12 Friday, menulis pemberitaan yang menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menkes Edelstein bersedia disuntik vaksin disiarkan melalui jaringan televisi nasional.
Menkes Edelstein tidak mengkonfirmasi atau menyangkal rencana tersebut, dengan mengatakan dia "tidak memiliki masalah" dengan gagasan seperti itu dan akan mempertimbangkannya.
Pada hari Jumat (4/12/2020), Israel menandatangani perjanjian dengan Moderna untuk melipatgandakan jumlah vaksin yang akan disuplai oleh perusahaan farmasi Amerika. Perjanjian awal untuk dua juta dosis ditambah menjadi enam juta, cukup untuk tiga juta orang Israel.
"Ini memberi kami harapan, kami melihat cahaya di ujung terowongan," kata PM Netanyahu.
Data worldometer, Sabtu (5/12/2020), di Israel terdapat lebih dari 344.000 kasus infeksi Covid-19 dan 2.909 angka kematian.
Editor: Arif Budiwinarto