Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Pezeshkian Ungkap Dampak Serangan AS ke Iran terhadap Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Menlu AS Akan Tekan Pangeran MBS soal Pembunuhan Khashoggi

Minggu, 13 Januari 2019 - 19:44:00 WIB
Menlu AS Akan Tekan Pangeran MBS soal Pembunuhan Khashoggi
Mike Pompeo (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

DOHA, iNews.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo akan terus meminta Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammed bin Salman (MBS) untuk memastikan para pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

"Kami akan terus berhubungan dengan putra mahkota serta (pejabat) Saudi mengenai kepastian akuntabilitas (pembunuhan Khashoggi)," kata Pompeo, di Doha, Qatar, seperti dikutip dari AFP, Minggu (13/1/2019).

Pernyataan itu disampaikan menjelang kunjungan Pompeo ke Arab Saudi pada Minggu malam dalam tur Timur Tengah.

Pada awal Januari, Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi menggelar sidang perdana kasus pembunuhan Khashoggi di Pengadilan Kriminal Riyadh dengan menghadirkan 11 terdakwa. Jaksa menuntut lima dari 11 terdakwa dengan hukuman mati atau dipancung karena keterlibatan langsung mereka.

"Jaksa Penuntut Umum menuntut untuk menjatuhkan hukuman yang tepat terhadap para terdakwa serta meminta hukuman mati untuk lima (5) para terdakwa karena keterlibatan langsung mereka dalam pembunuhan tersebut," bunyi laporan Saudi Press Agency (SPA) saat itu.

Hukuman untuk enam terdakwa lain belum ditentukan, menunggu hasil persidangan lebih lanjut.

Jamal Khashoggi dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Setelah dibunuh, jasadnya dimutilasi. Sampai saat ini keberadaan jasad pria yang meninggal di usia 59 tahun itu belum diketahui.

Sementara itu lembaga hak asasi manusia (HAM) Amnesty International saat mengenang 100 hari kematian Khashoggi pada 10 Januari 2019, menyerukan digelarnya penyelidikan internasional.

"Kami sekali lagi menyerukan penyelidikan internasional di bawah otoritas PBB atas pembunuhan Jamal Khashoggi," kata Goksu Ozahishali, salah seorang perwakilan Amnesty International Turki.

"Kami menuntut keadilan bagi Jamal Khashoggi yang berjuang untuk kebebasan berekspresi di dunia Arab," kata Ozahishali lagi.

Beberapa misteri belum terungkap 100 hari pascapembunuhan sadis itu, termasuk keberadaan jasad Khashoggi.

"Sangat mengejutkan, 100 hari berlalu namun tidak ada langkah nyata untuk membawa kasus pembunuhan ini ke pengadilan," kata Manajer Penelitian dan Strategi Amnesty di Turki, Andrew Gardner.

Dia menyangkan, upaya komunitas internasional mendesak Saudi terbilang lemah terkait hubungan perdagangan dan diplomatik.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut