Menlu AS Mike Pompeo Hubungi Menteri Retno Bahas Afghanistan dan Palestina

Antara · Jumat, 29 Mei 2020 - 10:51 WIB
Menlu AS Mike Pompeo Hubungi Menteri Retno Bahas Afghanistan dan Palestina

Retno Marsudi (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menghubungi Menlu Retno Marsudi untuk membahas gencatan senjata di Afghanistan, penyelesaian konflik di Palestina, serta kerja sama pengembangan obat-obatan dan vaksin virus corona.

Pada kesempatan itu Retno menyampaikan apresiasi atas kontribusi AS menciptakan perdamaian.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada kontribusi AS menciptakan perdamaian di Afghanistan. Saya juga menyambut baik kesepakatan antarpetinggi politik di Afghanistan dan gencatan senjata antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban," kata Menlu Retno, Kamis (28/5/2020).

Pemerintah Indonesia bersama Jerman, Norwegia, Qatar, dan Uzbekistan, telah merilis pernyataan bersama pada 24 Mei 2020, berisi dukungan terhadap gencatan senjata di Afghanistan.

"Saya menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdamaian di Afghanistan," kata Retno.

Taliban mengumumkan gencatan senjata selama 3 hari terkait Idul Fitri dan telah berakhir pada Selasa lalu. Namun, pemerintah dan rakyat Afghanistan berharap gencatan senjata diperpanjang.

Terkait itu, Pemerintah Afghanistan membebaskan sekitar 900 anggota Taliban dari penjara. Langkah itu merupakan bagian dari perjanjian damai Taliban dan Pemerintah Afghanistan yang diinisiasi oleh AS pada Februari tahun ini.

Isu lain yang dibahas terkait masalah di Palestina, khususnya rencana Israel mencaplok wilayah Tepi Barat lebih luas mulai Juli 2020.

"Saya menekankan kembali posisi Indonesia terkait masalah Palestina tidak akan berubah. Saya berharap pada kepemimpinan AS mencegah Israel menjalankan rencananya meneruskan aneksasi di Tepi Barat," tutur Retno.

Pemerintah Indonesia dalam berbagai kesempatan mendorong komunitas internasional, termasuk PBB, ikut terlibat memulihkan hak Palestina terhadap wilayahnya, sebagaimana telah ditetapkan pada Tapal Batas 1967.

Tapal Batas 1967, dikenal juga dengan 1967 Borders atau Green Line, merupakan garis batas yang ditetapkan saat gencatan senjata sebelum Perang 6 Hari Arab-Israel pada 1967, termasuk di antaranya di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur.

Hal lain yang dibahas kedua diplomat adalah kerja sama pengembangan oba dan vaksin Covid-19. Retno menilai kedua negara bisa membangun kemitraan jangka panjang, namun tak menjelaskan secara detail mengenai bentuk kerja samanya.

Editor : Anton Suhartono