Menlu Retno Paparkan 3 Langkah Hadapi Virus Korona di Pertemuan ASEAN-China

Anton Suhartono ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 16:55 WIB
Menlu Retno Paparkan 3 Langkah Hadapi Virus Korona di Pertemuan ASEAN-China

Menlu Retno Marsudi memaparkan 3 langkah kerja sama di kawasan dalam menghadapi wabah virus korona (Foto: Kemlu)

JAKARTA, iNews.id - Krisis virus korona atau Covid-19 menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dan China di Vientienne, Laos, Kamis (20/2/2020).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menilai dibutuhkan kolaborasi di kawasan, khususnya negara-negara ASEAN dan China untuk mencegah dan memberantas wabah yang telah merenggut lebih dari 2.100 nyawa ini.

“Wabah Covid-19 telah menjadi tantangan global yang tidak mengenal batas negara, kita tidak memiliki pilihan lain kecuali berkolaborasi," ujar Retno, dalam pernyataan kementerian luar negeri.

Retno juga menyampaikan tiga langkah penting untuk meningkatkan kolaborasi negara di kawasan dalam menghadapi krisis virus korona.

Pertama, kata dia, koordinasi erat antarnegara di kawasan untuk mencegah, mengendalikan, dan meminimalkan dampak wabah virus korona merupakan langkah penting.

“Pertukaran informasi antara negara ASEAN-China sangat esensial," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengusulkan adanya jalur komunikasi hotline antara ASEAN-China untuk pertukaran informasi terbaru.

Langkah kedua, mekanisme ASEAN-China dalam menghadapi krisis harus diperkuat.

Kemampuan mekanisme ASEAN-China dalam mengatasi wabah SARS pada 2003 memberikan pelajaran berharga dalam menghadapi virus korona.

Indonesia mengusulkan pembentukan gugus tugas atau ASEAN-China Ad-Hoc Health Ministers Joint Task Force.

Gugus tugas ini ini dapat memfokuskan kerja sama dalam pertukaran informasi dan data, khususnya penanganan Covid-19, pertemuan tim ahli, dan mendorong riset dan produksi bersama untuk deteksi virus dan vaksin.

Ketiga, lanjut Retno, memperkuat strategi komunikasi.

“Komunikasi dan edukasi publik terkait wabah Covid sangat penting untuk mencegah kepanikan dan kebingunan masyarakat akibat wabah ini," ujarnya.

Narasi publik yang akurat serta kampanye terkoordinasi akan memberikan kepercayaan dan sentiment publik yang baik guna mencegah stigmatisasi serta meminimalisasi beredarnya berita hoaks yang hanya memperburuk situasi.

Dalam kesempatan ini Indonesia juga menegaskan siap berbagi pengalaman dalam penanganan wabah dan penyakit tropis.


Editor : Anton Suhartono