Menlu China dan ASEAN Bertemu di Laos Bahas Krisis Virus Korona

Anton Suhartono ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 11:57 WIB
Menlu China dan ASEAN Bertemu di Laos Bahas Krisis Virus Korona

Wang Yi (Foto: AFP)

VIENTIANE, iNews.id - Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan bertemu dengan para menlu negara ASEAN di Vientiane, Laos, Kamis (20/2/2020).

Pertemuan yang digelar mendadak ini membahas krisis virus korona yang telah memukul perekonomian, tak hanya China namun juga ASEAN, terutama di sektor pariwisata.

Kementerian Luar Negeri China menggambarkan pertemuan tersebut sebagai tradisi untuk saling mendukung dalam kondisi susah dan senang. Pertemuan serupa juga diadakan pada 2003 saat wabah sindrom pernapasan akut SARS yang merenggut ratusan nyawa.

Seorang diplomat yang meminta namanya tak disebutkan mengatakan, pertemuan ini akan digunakan China untuk menggaungkan solidaritas di kawasan guna mencegah pandemi virus korona.

Sebagian besar negara ASEAN sudah mengonfirmasi kasus virus korona, yakni Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Vietnam.

Berdasarkan data hingga Kamis pagi, kasus terbanyak berada di Singapura yakni 84 orang terinfeksi, disusul Thailand dan Malaysia masing-masing 35 dan 22 kasus.

Filipina melaporkan tiga kasus Covid-19 dengan satu di antaranya meninggal, sekaligus menjadikan negara itu sebagai lokasi korban tewas pertama di luar China.

Hampir semua negara ASEAN kini menghentikan penerbangan menuju dan dari China sebagai upaya pencegahan. Kondisi ini memukul industri pariwisata di mana ASEAN menikmati suburnya kunjungan turis dari negara itu.

Penurunan jumlah pengunjung tak hanya dialami negara yang menghentikan penerbangan. Thailand, negara yang tidak memberlakukan pembatasan penerbangan, melaporkan penurunan 90 persen kedatangan dari China sepanjang Februari 2020. Thailand memprediksi akan mengalami kerugian lebih dari 8 miliar dolar AS pada tahun ini.

China menganggap ASEAN sebagai halaman belakang rumah dan telah meningkatkan pengaruh ekonomi, politik, dan budaya selama beberapa tahun terakhir dengan menggelontorkan invetasi miliaran dolar AS.

Selain itu ada kekhawatiran wabah virus korona akan memperlambat skema Belt and Road Initiative, proyek infrastruktur besar Negeri Tirai Bambu di ASEAN.


Editor : Anton Suhartono