Menlu Retno Tegaskan Dukungan Indonesia untuk WHO Tangani Wabah Corona

Anton Suhartono ยท Jumat, 17 April 2020 - 14:54 WIB
Menlu Retno Tegaskan Dukungan Indonesia untuk WHO Tangani Wabah Corona

Retno Marsudi (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia menegaskan posisinya untuk terus mendukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menangani pandemi global virus corona.

Badan PBB tersebut, terutama pemimpinnya Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus,  menghadapi desakan mundur dari para politikus Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump, karena dianggap membela China.

"Di masa kritis menghadapi pandemi Covid-19 ini, saya meminta seluruh negara untuk tetap mendukung WHO melalui sistem multilateralisme”, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam pertemuan virtual tingkat Menteri kelompok Alliance for Multilateralism (AoM) pada 16 April 2020, seperti diungkap dalam pernyataan tertulis Kemlu RI, Jumat (17/4/2020).

Sebanyak 30 negara, termasuk Indonesia, mengikuti pertemuan virtual tingkat Menteri AoM yang diprakarsai oleh Jerman untuk membahas pandemi Covid-19. AoM merupakan merupakan forum negara-negarabersifat lepas guna dibentuk untuk meningkatkan kerja sama untuk mengatasi berbagai permasalahan global.

Dalam pertemuan AoM tersebut Menlu menyampaikan dua poin utama yang dapat dilakukan negara untuk merespon krisis kemanusiaan serta memperkuat upaya kerja sama internasional selama masa pandemi berlangsung.

Dua poin itu adalah, pertama, dalam menghadapi pandemi virus corona tidak ada opsi lain bagi masyarakat internasional selain memanfaatkan WHO sebagai wadah kerja sama bagi seluruh negara anggota PBB.

Kedua, Retno menegaskan pentingnya bagi masyarakat internasional untuk menjamin agar sistem multilateral dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat luas, yaitu persediaan alat medis yang esensial, alat pelindung diri, serta obat dan vaksin.

“Untuk itu, sistem multilateral harus dapat bersifat lebih fleksibel terhadap isu terkait hak paten dan hak kekayaan intelektual dalam memproduksi alat medis, obat dan vaksin kepada negara ketiga,” tutur Retno.

Selain itu, Menlu Retno juga menekankan bahwa sistem multilateral harus dapat memfasilitasi pergerakan dan alur barang agar dapat terus menopang perdagangan dan rantai pasokan global.

Pertemuan virtual ini menghasilkan Deklarasi berjudul “We need strong global cooperation and solidarity to fight COVID-19"  yang memuat berbagai elemen terkait tantangan kesehatan, ekonomi, finansial dan pencegahan pandemi Covid-19, termasuk dimensi disinformasi yang kerap kali meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan berpotensi menghambat respons kesehatan global yang efektif dan efisien.

Editor : Anton Suhartono