Trump Diminta Tahan Pendanaan bagi WHO sampai Pemimpinnya Mundur

Anton Suhartono ยท Jumat, 17 April 2020 - 07:49 WIB
Trump Diminta Tahan Pendanaan bagi WHO sampai Pemimpinnya Mundur

Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Para politisi Partai Republik mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menahan dana bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai pemimpinnya, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengundurkan diri.

Tedros dianggap terlalu mendukung dan menutupi kesalahan China dalam penanganan wabah virus crona.

Sebanyak 17 anggota Kongres Partai Republik dari Komisi Dewan Luar Negeri mengaku kehilangan kepercayaan terhadap Tedros.

"Direktur Jenderal Tedros telah gagal dalam mandatnya untuk secara obyektif menanggapi krisis kesehatan global terbesar sejak pandemi HIV/AIDS," demikian pernyataan anggota Kongres, yang dipimpin politikus Republik Michael McCaul, dalam surat kepada Trump, seperti dikutip dari AFP, Jumat (17/4/2020).

Partai Republik menuduh Tedros terlalu percaya kepada China dan mengabaikan peringatan dari Taiwan tentang mudahnya virus ini menular.

Tedros, kata mereka, menunda deklarasi darurat meskipun ada bukti jelas bahwa virus bisa menyebar cepat dari manusia ke manusia.

WHO mendeklarasikan pandemi global Covid-19 pada 11 Maret 2020, setelah virus menjangkiti 114 negara dan merenggut 4.500 nyawa.

"Kami kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan Direktur Jenderal Tedros untuk memimpin Organisasi Kesehatan Dunia," kata mereka.

Meski demikian, para anggota Kongres itu tetap memberikan kepercayaan yang tinggi terhadap WHO serta memahami dan menghargai peran vital organisasi tersebut di seluruh dunia, terutama dalam situasi kemanusiaan yang darurat.

Mereka juga mencatat bahwa WHO merupakan satu-satunya organisasi yang bekerja langsung di tempat-tempat terburuk di dunia, sehingga AS harus terus mendukung tugas mulia tersebut.

Pada Selasa, Trump menangguhkan pendanaan bagi badan PBB itu. AS merupakan penyumbang terbesar bagi WHO. Pada 2019, Negeri Paman Sam memberikan 400 juta dolar AS atau Rp6,2 triliun.

Trump menuduh mantan Menteri Luar Negeri Ethiophia itu salah mengelola krisis serta menutupi seriusnya wabah virus corona di China sehingga menyebar ke seluruh dunia.

Lebih dari 2,1 juta orang di 210 negara dan wilayah kini terinfeksi Covid-19, sebanyak 141.000 di antaranya meninggal dunia.

Editor : Anton Suhartono