Menteri di Jepang Ajukan Cuti 2 Pekan untuk Menjaga Anaknya yang Baru Lahir

Anton Suhartono ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 14:14 WIB
Menteri di Jepang Ajukan Cuti 2 Pekan untuk Menjaga Anaknya yang Baru Lahir

Shinziro Koizumi dan Christel Takigawa (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Menteri lingkungan Jepang Shinjiro Koizumi mengumumkan akan mengambil cuti untuk menjalankan peran sebagai ayah. Koizumi akan menjadi ayah dalam waktu dekat setelah kelahiran anak pertamanya.

Keputusan mengambil cuti ini juga bertujuan agar para laki-laki Jepang lain mengikuti jejaknya, rehat dari pekerjaan untuk membantu istri mengurus anak.

Putra mantan perdana menteri Jepang Junichiro Koizumi itu mengatakan, dia akan cuti selama 2 pekan saat usia bayinya menginjak 3 bulan.

Beberapa anggota parlemen pada awalnya mengkritik keputusan Koizumi untuk mengambil cuti dengan alasan dia harus memprioritaskan tugas sebagai pejabat publik.

Koizumi mengatakan, keputusan ini diambil dengan berat hati, tapi dia ingin memberi contoh kepada laki-laki Jepang agar mau berkorban.

"Data menunjukkan bahwa 80 persen laki-laki, setelah bergabung angkatan kerja, mengatakan mereka ingin mengambil cuti kelahiran. Tapi hanya 6 persen dari mereka yang benar-benar melakukannya," kata Koizumi, dikutip dari Reuters, Rabu (15/1/2020).

"Sekarang saya mengerti alasan dari kesenjangan ini. Begitu banyak laki-laki yang menghadapi konflik seperti ini, ingin cuti tapi tak bisa melakukannya," ujarnya, menambahkan.

Cuti kelahiran di Jepang termasuk yang paling longgar di dunia, yakni memberikan cuti hingga 1 tahun kepada laki-laki dan perempuan, bahkan bisa lebih lama lagi jika di wilayah mereka tidak terdapat penitipan anak. Kebijakan cuti ini bahkan lebih longgar lagi bagi pegawai negeri.

Namun hanya 6 persen laki-laki Jepang yang mengambil cuti 'penitipan' anak, Itu pun sebagian besar dari mereka hanya mengambil cuti kurang dari sepekan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendorong lebih banyak laki-laki mengambil cuti melahirkan. Dia juga mendesak perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi para karyawan perempuan untuk memiliki anak, melalui program 'Womenomics'.

Koizumi ditunjuk sebagai menteri lingkungan pada September 2010. Sebelumnya dia menikah menikahi Christel Takigawa, seorang tokoh pertelevisian keturunan Prancis-Jepang.


Editor : Anton Suhartono