Gorbachev meninggal dunia pada Selasa (30/8/2022) kemarin pada usia 91 tahun. Dia dipuji Barat atas peran pentingnya dalam mengakhiri Perang Dingin secara damai. Akan tetapi, banyak orang di Rusia mencelanya karena di bawah kepemimpinannyalah Uni Soviet pecah.
Mikhail Gorbachev Meninggal Dunia, Joe Biden: Pria dengan Visi Luar Biasa
“Bagi rakyat Soviet, dia (Gorbachev) menjadi angin segar dan harapan untuk perubahan besar. Namun, semuanya berubah menjadi berbeda: kami kehilangan negara yang indah; alih-alih ketertiban, yang datang malah kekacauan,” kata pemimpin partai politik A Just Russia, Sergei Mironov.
“Hari ini kami mengoreksi dan pasti akan memperbaiki kesalahan Gorbachev,” ucap anggota Duma (Parlemen Rusia) itu lagi.
Infografis Pemimpin Uni Soviet Terakhir Meninggal
Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), Sergei Naryshkin, menyatakan belasungkawa atas wafatnya Gorbachev. Namun, dia menyebut Rusia sampai hari ini masih merasakan dampak atas reformasi “perestroika” yang dicetuskan mantan pemimpin Soviet itu.
Sementara tokoh oposisi Moskow, Lyubov Sobol, memuji Gorbachev sebagai sosok yang telah membawa perubahan besar bagi Rusia.
Pemimpin Soviet Terakhir Mikhail Gorbachev Meninggal di Usia 91 Tahun
“Ada penilaian yang sangat berbeda terhadap Gorbachev. Beberapa orang menulis bahwa dia memberi harapan, sedangakan yang lain mengutuknya atas runtuhnya Uni Soviet,” kata rekan dari Alexei Navalny, seteru Presiden Rusia Vladimir Putin, itu.
“Uni Soviet itu akan tetap runtuh. Dan peran Gorbachev dalam sejarah Rusia akan tetap dihargai,” ucap Sobol.
Editor: Ahmad Islamy Jamil