Milisi Boko Haram Makin Sadis, Tebas Petani Hingga Tewas Pakai Parang

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 29 Agustus 2020 - 22:01 WIB
Milisi Boko Haram Makin Sadis, Tebas Petani Hingga Tewas Pakai Parang

Milisi jihadis Boko Haram yang kerap menebar teror di Nigeria. (foto: New York Times)

KANO, iNews.id - Jihadis Boko Haram kembali menebar teror dengan melakukan pembunuhan kejam pada petani di luar kota Maiduguri, timur laut Nigeria. Dalam insiden itu dua petani tewas, lainnya diculik dan belum diketahui nasibnya.

Beberapa anggota milisi jihadis Boko Haram menyerang petani yang tengah beraktivitas di ladang mereka di Desa Alau, Jumat (28/8/2020). Dengan menaiki kuda, anggota Boko Haram membacok dua petani sampai mati serta melukai lainnya dengan parang.

Saksi mata yang melihat insiden mengerikan itu mengatakan dua petani yang berusaha melarikan diri dapat dikejar dan ditangkap Boko Haram. Sampai saat ini, nasib mereka belum diketahui.

"Kami menemukan mayat dua petani yang terbunuh, dengan luka sabetan parang yang dalam di kepala dan dada," kata anggota milisi anti-Boko Haram, Mohammed Bukar dikutip dari AFP, Sabtu (29/8/2020).

"Petani yang lolos dari serangan itu mengatakan dua orang lainnya terluka dan diculik oleh penyerang," tambahnya.

Para petani itu berasal dari kamp pengungsian di pinggiran kota yang bercocok tanam di desa itu, kata pemimpin milisi Babakura Kolo sekaligus membenarkan jumlah korban tewas.

Sekitar dua juta orang telah mengungsi akibat konflik antara milisi jihadis selama satu dekade terakhir. Para pengungsi yang tinggal di kamp-kamp hanya mengandalkan makanan dan bantuan kemanusiaan dari lembaga bantuan internasional.

Beberapa pengungsi berinisiatif menebang pohon dan mengumpulkan ranting dari semak belukar untuk dijual sebagai bahan bakar guna mendapatkan uang kemudian dibelikan kebutuhan makanan. Lainnya, bekerja sebagai petani di ladang-ladang terdekat.

Milisi jihadis Boko Haram menjadikan para penebang pohon, penggembala dan nelayan sebagai target serangan karena menuduh mereka memata-matai dan menyampaikan informasi kepada militer dan milisi lokal yang memerangi mereka.

Pemberontakan Boko Haram, yang mulai berlansung di timur laut Nigeria pada tahun 2009, telah menewaskan lebih dari 36.000 orang dan membuat lebih dari dua juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Sejak itu, aksi kekerasan yang dilakukan milisi Boko Haram juga meluas hingga ke negara tetangga yakni Niger, Chad dan Kamerun.

Koalisi militer regional serta tentara dari empat negara terlibat dalam operasi mengakhiri kekerasan Boko Haram.

Editor : Arif Budiwinarto