Model Cantik Rusia Dibunuh dan Rahimnya Hilang, Keluarga Minta Bantuan Erdogan
Laporan forensik lengkap tentang kematiannya diperkirakan baru sampai di Rusia pada awal September.
“Diagnosis awal adalah radang usus buntu akut. Kami curiga bahwa itu transplantasi organ," tutur Lanshakov.
Kecurigaan bertambah karena jenazah putrinya terlambat sampai di Rusia.
"Apa yang dilakukan para dokter selama 9 jam?" ujarnya, penuh curiga.
Dia mengaku sudah menulis surat kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan meminta bantuan untuk menyelidiki kasus ini.
Sementara itu, ibu korban, Tatiana, menjelaskan, anaknya tampak ketakutan saat diperiksa di rumah sakit.
“Saya sedang duduk di pintu ruang perawatan intensif dan dia berteriak keras, 'Ibu, Ibu, saya sakit sekali'," ujarnya, menirukan perkataan Sofiya, namun keluarga dilarang masuk.
Dokter di klinik Anatolia sempat menyarankan agar orangtua mengirimnya ke rumah sakit di Ankara, namun tidak ada waktu lagi.
Sofiya pernah ambil bagian dalam pemilihan kontes kecantikan remaja di Krasnoyarsk, kota kelahirannya. Dia sudah menjadi model sejak anak-anak.
Editor: Anton Suhartono