MUI: Joe Biden Tunjukkan Sikap Ramah terhadap Umat Islam

Antara · Sabtu, 10 April 2021 - 02:23:00 WIB
MUI: Joe Biden Tunjukkan Sikap Ramah terhadap Umat Islam
Presiden AS Joe Biden dinilai lebih ramah terhadap Muslim dan Islam dibandingkan dengan pendahulunya, Donald Trmp. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden diharapkan lebih konstruktif terhadap Muslim dan Islam. Dengan begitu, kaum Muslim tak lagi merasa tersudutkan seperti pada era pemerintahan sebelumnya.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam seminar daring “Membaca Arah Kebijakan Presiden AS Joe Biden terkait Muslim dan Dunia Islam”, Jumat (9/4/2021) malam.

“Biden menunjukkan pandangan yang jauh lebih positif dan sikap ramah terutama kepada umat Islam. Muslim di AS sekarang memiliki kesempatan yang luas untuk mengamalkan ajaran Islam dengan baik,” kata Sudarnoto.

Menurut dia, hal itu sangat kontras dibandingkan dengan pendahulunya, mantan Presiden Donald Trump. Sudarnoto menyebut Biden telah melakukan perubahan fundamental dalam kebijakan AS terkait Muslim dan Islam. AS di bawah kepemimpinan Biden, tak lagi menerapkan kebijakan yang rasialis, diskriminatif, dan anti-Islam.

Dia pun mengapresiasi pemerintahan Biden yang disebutnya telah menciptakan suasana yang lebih sehat bagi umat Islam di Amerika. Sudarnoto berharap, sikap konstruktif yang dibangun oleh Biden terhadap Muslim dan Islam juga tercermin dalam kebijakan luar negerinya, terutama menyangkut konflik Israel-Palestina.

“Kami sangat berharap dan menuntut tidak ada aneksasi dan tindakan brutal apa pun dari otoritas Israel di Palestina,” ujarnya. 

Dia mengingatkan, peran Amerika dalam bekerja sama dengan negara lain, terutama dengan organisasi masyarakat sipil Muslim dan juga dengan komunitas global, sangat penting untuk menghentikan dan mengakhiri penjajahan Israel. Pada gilirannya peran negeri Paman Sam itu juga penting dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 3